Headlines News :
Home » » Menuju Kemandirian Umat

Menuju Kemandirian Umat

Written By Keuskupan Sibolga on Senin, 10 November 2008 | 21.15

Mgr Ludovicus Simanullang, OFM Cap

Sub tema perayaan Jubileum 50 tahun prefektur Apostolik / keuskupan Sibolga mengajak umat: ”membangun Gereja yang mandiri dan solider ”.Subtema inimengandaikan bahwa Gereja perlu mandiri,dan kemandirian itu tidak datang dengan sendirinya,tapi perlu di usahakan dan di bangun.pertanyaan kita:Kemandirian dalam arti apa yang kita dambahkan dan yang prlu kita bangun.

  1. Arti dan Alasan Kemandirian

Mandiri dalam bahasa asing diterjemahkan dengan otonom atau tidak bergantung pada yang lain. Dalam hubungan dengan umat beriman, mandiri kita dapat kita artikan : mengurus diri sendiri, memenuhi kebutuhan diri sendiri, menentukan diri sendiri. Mandiri merupakan satu ciri utama orang dewasa. Maka umat yang mandiri adalah umat yang dewasa. Selama orang masih anak-anak, pasti belum mandiri dan belum sanggup mandiri walaupun dia suka sekali mandiri.

Berbicara mengenai kemandirian umat, kita mesti berangkat dari pemahaman akan apa itu Gereja. Gereja adalah persekutuan umat beriman, yaitu persekutuan yang terbentuk karena iman yang sama. Kita disebut orang beriman karena baptisan yang telah kita terima. Setelah kita dibaptis, kita memasuki hidup yang baru yakni hidup sebagai orang beriman, dan masuk kedalam persekutuan hidup umat beriman. Karena itu Gereja terdiri dari kita semua orang beriman.

Rasul Paulus menyebut persekutuan umat beriman itu “ Tubuh Kristus “ ( 1 Kor 12 : 27 ). Konsili Vatikan II menyebutnya “ Tubuh Mistik Kristus “ ( LG 7 ). Artinya Gereja itu, seperti tubuh, merupakan satu kesatuan walaupun banyak anggotanya dan bebeda-beda. Sebagaimana tubuh, persekutuan umat beriman itu mesti hidup, begerak dan bertumbuh. Karena Gereja itu adalah persekutuan umat beriman yang menjadi tubuh Mistik Kristus yang mesti hidup , bergerak dan bertumbuh, maka setiap persekutuan umat beriman itu perlu mandiri. persekutuan umat selalu menuju kemandirian.

  1. Umat yang mandiri

Keuskupan sebagai satu Gereja partilkular mesti mandiri : hidup, bergerak, dan berkembang. Kemandirian Keuskupan tergantung dari kemandirian umatnya. Bagaimana dan sejauh mana kemandirian umat di Keukupan kita ?

Pada tahun 2009 ini, kita merayakan Jubileum 50 Tahun Perfektur Apostolik/ Keuskupan Sibolga.Sepanjang tahun jubileum tentu akan diisi dengan berbagai kegiatn.Diantaranya kegiatan-kegiatan itu kita memberi perhatian khusus pada kemandirian umat. Dalam seminar refleksi-refleksi yang kita adakan hendaknya kita menyimak bagaimana kemandirian umat dikeuskupan ini.

Untuk menilai kemandirian umat,kita perlu bertitik tolak dari apa yang menjadi dasar, syarat dan bidang-bidang kemandirian.Dasar utama kemandirian umat adalah kesadaran bahwa Gereja itu adalah kita sendiri sebagai umat Allah dan bahwa Gereja itu perlu mandiri.Kesadaran akan perlunya kemandirian ini erat hubunganya dengan kedalaman iman dan rasa memiliki.Orang yang dalam imannya,seperti dalam perumpamaan orang yang menemukan harta karun atau mutiara berharga (bdk Mat 13:44-46),tentu akan berusaha melakukan segala tuntutan yang menjadi konsekuensi atu akibat dari imannya.Rasa memiliki,dalam arti bahwa umat merupakan satu keluarga,satu persekutuan persaudaraan seiman (communio)seperti umat kristen pertama di Yerusalem (bdk Kis 2:41-47),membuat seluruh umat terlibat,ikut serta memberikan kontribusi atau sumbangannya sesuai dengan kemampuannya dan merasa bertanggungjawab atas kehidupan Gereja.Kesadaran akan kemandirian ini sulit diukur,tapi dapat dilihat dalam kehidupan nyata umat misalnya dalam semangat berkorban dan gotong-royong untuk kepentingan Gereja,dalam kehadiran di dalam upacara Gerejani,dalam usaha membina hidup rohani,dalam semangat misoner atu pewartaan injil.

Bidang kemandirian itu ada dua yang utama,yakni dalam finansial dan personil atau tenaga. Bidang finansial menyangkut segala biaya yang kita perlukan baik biaya rutin maupun biaya proyek misalnya pembangunan gedung yang dibutuhkan oleh Gereja.Kemandirian di bidang finansial amat tergantung pada rencana atau anggaran yang kita buat.Kalau rencanan atau anggaran yang kita buat sesuai dengan kemampuan finansial kita,maka pasti bisa mandiri dalam melaksanakannya.Oleh karena itu sangat bertentangan dengan usaha menuju kemandirian,sikap yang mengatakan bahwa keuskupan punya banyak uang dan mampu membiayai apa saja.Kemandirian di bidang personil menyangkut tenaga pastoral,yakni tenaga untuk menggembalakan ,mengajar dan menguduskan umat.Kemandirian di bidang personil ini berhubungan erat dengan panggilan yang muncul untuk menjadi imam,biarawan-biarawati,katekis,dan kerelaan umat menjadi pengurus Gereja di paroki dan stasi dengan semangat pengorbanan.Kemandirian di bidang personil ini juga sangat erat hubungannya dengan kemandirian di bidang finansial:segala biaya untuk pengadaan personil pastoral,biaya pelayanan pastoral,biaya hidup personil pastoral.

Untuk sampai kepada kemandirian dibutuhkan suatu proses yang panjang, karena kemandirian itu ditentukan oleh banyak unsur. Oleh karena itu dalam berbicara mengenai kemandirian umat ,baik selalu kita bertanya diri :apakah kita sebagai umat selalu berusaha menuju kemandirian?

  1. Menuju kemandirian

Seperti judul di atas, kita menuju kemandirian. Menuju berarti selalu berusaha semakin mendekati yang mau dituju. Maka sekarang ini yang perlu kita perhatikan dan bangun adalah suatu sikap bersama yang bergerak menuju kemandirian. Sikap bersama itu tampak dalam ketegasan untuk meninggalkan segala sesuatu yang bertentangan atau menghambat usaha menuju kemandirian umat, dan sambil berpegang pada prinsip-prinsip kemandirian, berusaha bergerak menuju kemandirian.

Usaha kemandirian tidak boleh berpatokan pada model-model atau situasi di tempat lain, di keuskupan lain, tidak boleh meniru keuskupan lain tapi meski berdasan pada situasi dan kemampuan umat Keuskupan Sibolga yang riil. Oleh karena itu kita perlu lebih dahulu mengenal lebih baik situasi kita: kekuatan dan kelamahan kita dalam hal kemandirian.

Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.