Headlines News :
Home » » Pastor Richard Pukau peserta Prasinode

Pastor Richard Pukau peserta Prasinode

Written By Keuskupan Sibolga on Minggu, 11 September 2011 | 18.03

Pastor Richard Sinaga, OFM Cap dosen STFT memukau peserta prasinode dekanat Tapanuli. Berbicara dihadapan ratusan perserta prasinode, pastor Richard mampu mencuri perhatian seluruh peserta dengan uraian teologis atas masalah-masalah yang dihadapi oleh umat Katolik di dekanat Tapanuli.
Dimulai dari komentar atas pelaksanaan prasinode secara umum pastor kapusin Kalimantan ini pelan-pelan menguraiakan uraian teologis yang dibawakan dengan sederhana namun penuh makna.
Berikut beberapa poin yang kami rangkum dari uraian Pst Richard:

1. Imam harus terlibat dalam kehidupan umat. Imam tidak bisa hanya memiliki satu spesialisasi tapi harus spesialisasi umum. Imam harus memperhatikan kehidupan umat dan masuk dalam kehidupan umat.

2. Kehidupan harian jangan dipisahkan dari kehidupan doa dan hidup sehari-hari. Hidup sehari-hari harus nampak dalam doa. Bagaimana pengalaman kita sehari-hari itulah yang harus digali dalam doa.

3. Soal ekonomi, dalam Gaudium et spes no 62-73, ada benang merah yang sungguh menarik yakni bergabungnya dimensi sosial dan rahmat dalam hidup kita. Dosa dan rahmat memiliki aspek sosial. Kalau saya berdosa, akibatnya juga kena bagi yang lain.

4. Kehidupan ekonomi yang dihadapi keuskupan harus diperhatikan. Keadaan ekonomi yang lemah tidak bisa hanya ditangisi. Tapi harus diingat kemajuan ekonomi harus dipakai untuk kesejahteraan bersama. Kesejahteraan diberikan kepada kita secara bersama-sama. Oleh karena itu jika ada satu-sama lain berbeda kekayaannya, maka itu bukan masalah. Perbedaan level ekonomi, tidak sama dengan ketidak adilan. Ketidak adilan baru muncul apabila ada orang yang memiliki banyak harta tetapi membiarkan orang lain hidup menderita.

5. Lalu bagaimana cara mengatasi keditak adilan. Menurut pastor Sinaga ketidak adilan harus dihadapi dengan cinta dan damai. Kalau itu tidak bisa, lakukan cara lain. Harta dunia diberikan kepada kebahagiaan, demi kesejahteraan dan kebahagiaan.

6. Dalam Politik, GS 73-76 membedakan otonomi negara dan Gereja. Dalam bidang politik setiap warga negara wajib untuk melaksanakan kewajibannya dan wajib mendapatkan haknya sebagai warga negara.
Gereja dengan tegas mengatakan bahwa politik itu baik. Kalau politik tidak baik, itu disebabkan oleh orang yang berada di politik (politikus). Akan tetapi harus disadari yang berperan dalam dunia politik bukanlah imam tetapi awam. Misi awam di dunia adalah menggarami dunia dengan teladan hidup. Sementara kaum hirarki harus berada di atas semua golongan.

7. Hidup Sosial, keluarga adalah persekutuan kasih. Panggilan suami istri sangat luhur. Perkawinan adalah perpanjangan tangan Allah untuk melanjutkan karya penciptaan. Dan boleh dikatakan masa depan dunia sangat tergantung kepada keluarga. Keluarga adalah Gereja kecil. Dari keluargalah segala-galanya berasal. Bahkan kebaikan dunia ditentukan dari keluarga. Keluarga adalah komunitas cinta.

8. Budaya, di dalam keluarga peranan ibu sangat menentukan. Di dalam Gereja tidak ada diskriminasi gender. Perempuan dicipta sepadan dengan laki-laki.
Sangat penting agar kta tidak mengganggu hal yang sangat baik, kesetaraan gender. Pilihan Yesus atas kodratnya menjadi laki-laki bukanlah masalah gender.
Dalam Gereja setiap orang punya perannya masing-masing. Ada peran yang dikhususkan pada perempuan dan juga laki-laki. Dari kodratnya ada sesuatu yang membuat mengapa wanita mempunyai peran yang satu dan peran yang lain.

9. Masalah yang muncul berkaitan dengan Gereja adalah kurangnya tenaga imam. Pandangan ini diakibatkan umat kurang melihat nilai luhur dari panggilan. Nilai luhur panggilan bisa jadi sudah berada di bawah nilai-nilai lain yang dikejar manusia di dunia. Keluhuran panggilan boleh jadi bersumber dari pelayan itu sendiri.

10. Perlukah para pelayan gereja seperti voorhanger di gaji? “Manegai Garejanta doi?” jawab pastor Richard. Kekhasan gereja katolik, adalah pelayanan dan pengorbanan.
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.