Headlines News :
Home » » Pejuang HAM Tapteng Dikriminalisasi

Pejuang HAM Tapteng Dikriminalisasi

Written By Keuskupan Sibolga on Selasa, 15 Desember 2009 | 19.39

Pastor Rantinus, Pejuang HAM Masyarakat Tapteng Ditetapkan Polisi Jadi Tersangka
Tapteng (SIB), 15 Desember 2009

Pastor Rantinus Manalu yang aktif memperjuangkan Hak Azasi Masyarakat (HAM) masyarakat Tapanuli Tengah (Tapteng) dipanggil polisi dalam kasus merambah dan membakar kawasan hutan register 47 Desa Purbatua Kecamatan Barus Utara, Tapanuli Tengah (Tapteng). Dalam pemanggilan itu, Pastor Rantinus telah ditetapkan sebagai tersangka.

Pastor Rantinus yang dikonfirmasi wartawan membenarkan pemanggilan dan penetapan dirinya sebagai tersangka. Dikatakannya, ia tidak takut menghadapi pemanggilan itu dan akan datang menghadap sesuai surat yang diterimanya dari Polda Sumut.
Namun, Ia meminta semua rakan-rekan pejuang HAM dan keadilan di Tapteng dan seluruh Indonesia bersatu padu dan tidak gentar sedikit pun terhadap pembungkaman suara keadilan. Hanya saja ia akan berkoordinasi dengan Uskup Agung Sibolga Mgr Ludovicus Manullang.

“Bapak-bapak dan rekan-rekan juang, kemarin Kamis (10/12) penangkapan atas diri saya tidak terjadi. Tetapi pagi ini, saya menerima surat panggilan dari Polda Sumut No Pol:S.Pgl/25.30/XII/2009/Dit Reskrim menetapkan saya selaku tersangka kasus merambah hutan register 47 Desa Purbatua Kec Barus Utara Tapteng. Saya dipanggil menghadap Kompol Amwizar, Rabu 16 Desember ini. Saya akan memenuhi panggilan tersebut. Mohon doa dan dukungan untuk tetap membela kebenaran dan keadilan demi masyarakat yang tertindas,” kata Pastor Rantinus.

Perlu diberitahukan, Pastor Rantinus Manalu merupakan ikon pejuang HAM di Tapteng. Pastor bersama rekan-rekannya yang bergabung dalam Forum Pembela Tanah Rakyat (FPTR) aktif dan tidak pernah takut memperjuangkan hak-hak warga masyarakat Tapteng yang haknya diserobot oleh tindakan sewenang-wenang.

Selama aktif di FPTR sejak beberapa tahun lalu, ratusan warga dari berbagai kecamatan di Tapteng mengadu kepadanya (berkas-berkas pengaduan lengkap) untuk diperjuangkan seperti pengaduan karena tanahnya diserobot, karena hak warga miskin seperti Raskin tidak diberi dan juga karena pupuk bersubsidi bantuan pemerintah tidak diterima warga.

Tidak tanggung-tanggung, Pastor pun berangkat ke Jakarta untuk mengadukan hak warga yang tertindas tersebut. Memimpin demonstrasi massa ke Kantor Bupati, DPRD dll. Bahkan karena pengaduannya, Komnas HAM sudah dua kali datang ke Tapteng. Namun karena aksinya memperjuangkan hak-hak masyarakat, tidak sedikit pula yang menanamkan kebencian padanya. (Hel/n)[Sumber: Pastor Rantinus, Pejuang HAM Masyarakat Tapteng Ditetapkan Polisi Jadi Tersangka (Harian Sinar Indonoseia Baru), 15/12/2009]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.