Headlines News :
Home » » Pengenalan Kitab Suci Bagi Pengurus Baru

Pengenalan Kitab Suci Bagi Pengurus Baru

Written By Keuskupan Sibolga on Minggu, 11 September 2011 | 17.53

”Menjadi Pengurus gereja harus mengenal Alkitab. Alkitab berasal dari bahasa Arab yakni dari kata Al artinya sang yang unggul atau luhur, dan Kitab artinya buku. Alkitab disebut buku yang unggul karena isi sajiannya berupa kesaksian iman tentang sabda dan karya penyelamatan Allah kepada manusia…”
Pernyataan itu dikemukakan oleh P.Aloysius Barut Pr yang menghantar para Pengurus baru di gereja stasi St Petrus Mela 2,5 kilometer dari Paroki Katederal Santa Theresia Sibolga. Beliau menghantar para Pengurus baru pada sajian pembekalan pengurus baru selama 2 jam dari pukul 20.00 – 22.00 Wib.


P. Aloysius Barut Pr yang sehari-hari sebagai Rektor seminari St Petrus Aek Tolang menjadi narasumber hari pertama (12/9), menjelaskan banyak hal yang bisa dijadikan pedoman untuk melaksanakan tugas sebagai Sintua. Menurut beliau sebutan nama Kitab Suci lebih akrab di kalangan gereja katolik dibanding dengan Alkitab, namun sebenarnya makna sebutan itu sama saja. Kitab Suci merupakan kumpulan buku yang unggul dan luhur, sajian kesaksian iman dengan Sabda tentang karya keselamatan manusia. ”Kitab Suci jelas memperlihatkan sabda Allah, ada kebenaran Allah yang suci di dalamnya sehingga insan yang membaca dan mendengar akan menjadi suci. Kitab Suci menyucikan sekaligus menguduskan orang oleh isinya dan bukan huruf-hurufnya.” tandasnya.

Menurut P.Aloysius, yang menulis Kitab Suci bukan Allah. Kitab Suci tidak pernah ditulis oleh Allah namun Allah menyatakan diri melalui Sabda dan tindakan-tindakan manusia itu sendiri. Jadi, jelas bahwa yang menulis Kitab Suci adalah manusia atau orang yang dimbimbing oleh Roh Kudus. Orang-orang itu menerima bimbingan Roh Kudus, mendapat ispirasi sumber terang dan ide-ide yang berasal dari Allah. Boleh dikatakan Kitab Suci itu dihasilkan dari iman Penulis pengalaman nyata yang telah dialami dan iman seluruh umat sebagai hasil refleksi. Maka, kita tidak perlu heran isi Kitab Suci itu tampil dari pelbagai bentuk. Dalam Kitab Suci ada cerita-cerita, ajaran, perintah, ungkapan, kebijaksanaan, khotbah, dan lain sebagainya. ”Nah…Kitab Suci dalam hal ini mendapat sebutan sebagai perpustakaan mini. Kenapa? Karena di dalam Kitab Suci memuat kumpulan buku yang menjadikan kesaksian iman tentang Sabda Allah. Bahkan di dalamnya memuat berbagai hal, ditulis oleh banyak pengarang, beragam jenis sastra, dan penulisannya berlangsung lama sekali dalam waktu yang berbeda…” aku P.Aloysius Barut penuh semangat [ew].
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.