Headlines News :
Home » » Sekilas tentang Survei Pastoral

Sekilas tentang Survei Pastoral

Written By Keuskupan Sibolga on Senin, 09 Februari 2009 | 21.00

Sibolga 28 Januari 2009. Tim Penelitian dan Pelatihan Perayaan Yubileum Prefektur Apostolik/Keukupan Sibolga, Pastor Hubert Thomas Hasulie, Hans Jeharut, Ando Harapan Gurning dan Eman J. Embu menyampaikan progress report pekerjaan kepada Dewan Imam Keuskupan Sibolga. Dijelaskan tentang kuesioner, survei, wawancara, diskusi terfokus dan studi dokumen yang telah dijalankan.

Draft kuesioner survei pastoral dengan struktur, satu, data-data demografis: variabel bebas, dan dua konteks pastoral: variabel terikat yang terdiri dari situasi kemasyarakatan: ekonomi, politik, sosial, budaya dan agama, dan tanggapan pastoral keuskupan sampai sekarang, pertama-tama didiskusikan dalam dua pertemuan staf Pusat Penelitian Agama dan Kebudayaan, Candraditya (Candraditya Research Centre) di Maumere pada minggu pertama bulan November 2008.

Draft Candraditya itu, dimatangkan lagi secara bersama oleh tim peneliti panitia di Keuskupan Sibolga pada minggu kedua dan ketiga November 2008 di Mela, Sibolga. Pastor Dominikus Doni Ola, Pastor Mikhael Sitanggang, Bapak F Zalukhu (Ama Love), dan Ibu Elvina dari Caritas Keuskupan Sibolga ambil bagian dalam memperbaiki draft Candraditya tersebut.

Pastor Marinus Telaumbanua OFMCap, anggota seksi penelitian, yang tak sempat hadir dalam perbaikan draft naskah itu memeriksa draft tadi secara sangat teliti dan menyampaikan anjuran-anjuran perbaikan secara tertulis.

Sesudah disepakati dan diuji coba, kuesioner final itu diterjemahkan ke dalam bahasa Nias oleh Ama Love dan bahasa Batak oleh Pastor Ando Harapan Gurning. Ini dimaksudkan agar para petugas lapangan mempunyai terjemahan standar untuk membantu responden yang tak dapat berbahasa Indonesia. Mereka diharapkan tidak menjelaskan semau suka. Dengan ini, peluang bias diminimalisir.

Pastor Hubert Thomas mewakili Tim Peneliti memberikan penjelasan kepada Dewan Imam. Sebagaimana biasa, Pastor Hubert menjelaskannya secara skematik dan to the point. Pokok-pokok penjelasan sebagaimana teringkas berikut ini.

Menurut data tahun 2007, total populasi Keuskupan Sibolga adalah 209.094 jiwa. Orang Katolik di Dekenat Tapanuli yang terbagi ke dalam tujuh paroki, dengan jumlah 61.211 (29,3%) menyebar di dua propinsi, yaitu, Sumatra Utara dan Nangroe Aceh Darussalam. Di Nias orang Katolik yang berjumlah 147.883 (70,7%) menyebar di dua Kabupaten, yaitu, Nias dan Nias Selatan.

Bagaimana sampel ditetapkan? Tiga isu berikut ini yang diperhatikan. Bagaimana menetapkan responden secara tepat agar bisa dibuat generalisasi? Apakah bisa dibuat generalisasi berdasarkan sejumlah responden yang ditanyakan pendapatnya? Apakah kesimpulan -kesimpulan yang ditarik dari responden dapat diberlakukan untuk seluruh populasi?

Dalam hal ini semestinya diingat prinsip dasar bahwa tidak ada satu ketentuan yang paling muda dan mutlak tentang jumlah sampel yang harus dipilih untuk survei agar bisa dibuat generalisasi. Yang penting pelbagai variasi di dalam populasi ikut diperhitungkan secara cermat. Perlu data yang lebih akurat tentang distribusi umat menurut stasi-stasi, jenis kelamin, pekerjaan, umur, dan aspek demografis lainnya di setiap paroki.

Metode sampling yang dipakai adalah quota sampling secara bertahap. Quota I dibuat pada level dekenat. Quota II dibuat pada level Paroki yang dipilih sebagai sampel. Quota III dibuat pada stasi-stasi atau lingkungan yang dipilih sebagai sampel. Berdasarkan pertimbangan variasi, Dekenat Tapanuli yang harus mendapat quota 29,3% dinaikkan menjadi 35%. Dekenat Nias yang harus mendapat 70,7% diturunkan menjadi 65%. Pilihan paroki didasarkan pada perwakilan wilayah budaya, paroki kota dan desa, dan variasi penduduk.

Total responden 2000. Distribusi responden menurut dekenat: Tapanuli 700, Nias 1300. Paroki-paroki yang dipilih, Dekenat Tapanuli: St. Fransiskus Pangaribuan; St. Theresia Katedral; St. Maria Bunda Padang Sidimpuan. Sedangkan Dekenat Nias yang dipilih adalah Paroki St. Maria Bintang Kejora, Lahewa; St. Maria Bunda Para Bangsa, Gunung Sitoli; Roh Kudus, Lahusa Gomo; St. Maria Ratu Surga, Lahusa Gomo; Salib Suci, Sirombu; Maria Diangkat ke Surga, Teluk Dalam.

Distribusi responden menurut jenis kelamin dan umur juga mendapat perhatian serius. Pada setiap tingkatan, responden didistribusikan menurut sex dan umur. Responden wanita sedikit lebih banyak daripada pria. Sedangkan menurut menurut usia, penetapannya mengikuti struktur umur, <>60 tahun: 10%.
Survei di tiga paroki di Dekenat Tapanuli diadakan oleh 47 frater asal Keuskupan Sibolga pada akhir Januari lalu. Sesudahnya pada awal Februari para frater tersebut melakukan survei di Paroki TÅ‘gizita dan Teluk Dalam, khusus wilayah dalam kota. Di paroki-paroki lainnya di Nias survei dijalankan oleh mahasiswa Katolik khususnya dari STP Dian Mandala yang ada di Gunung Sitoli dan Teluk Dalam. Beberapa katekis dari Paroki Sirombu, Tuhemberua dan Lahusa Gomo serta suster-suster membantu menjalankan survei.

Selain tentang teknis pengisian kuesioner, kepada para petugas survei telah dijelaskan juga tentang kerangka dasar perayaan Sinode Keuskupan, perkembangan dan populasi umat Katolik, apa yang dimaksudkan dengan sampel, metode sampling, responden, distribusi responden menurut dekenat dan paroki, distribusi responden menurut sex dan umur, dan struktur kuesioner. Semuanya ini dilakukan agar para petugas itu tidak saja menjalankan tugas secara teknis belaka, tetapi ambil bagian secara sadar dan bertanggungjawab dalam perayaan Yubileum Keuskupan kita.

Sesudah selesai dijalankan input data ke dalam komputer memakai program SPSS akan dilakukan di Villa Resi (samping rumah uskup), Sibolga. Pastor Afons Ampu, Pr telah merekrut belasan tenaga untuk menjalankan tugas ini.

Sementara input data dijalankan, diskusi-diskusi terfokus, wawancara, studi dokumen, dan pengamatan partisipatif akan terus dijalankan oleh para peneliti. Mudah-mudahan pada akhirnya nanti kita mempunyai gambaran yang agak lengkap tentang situasi pastoral Keuskupan kita. Dan inilah yang menjadi basis untuk membuat perencanaan pastoral ke depan.***
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.