Headlines News :
Home » » MINGGU BIASA 13 (Thn. B), 1 Juli 2012

MINGGU BIASA 13 (Thn. B), 1 Juli 2012

Written By Keuskupan Sibolga on Minggu, 01 Juli 2012 | 08.38

1 Juli 2012
MINGGU BIASA 13 (Thn. B)

ALLAH ADALAH PEMELIHARA HIDUP
Keb 1:13-15; 2:23-24; 2Kor 8:7.9.13-15; Mk 5:21-43


Ulasan Bacaan:

Penulis Kitab Kebijaksanaan meyakinkan kita bahwa Allah, Pencipta segala sesuatu, sama sekali tidak menghendaki bahwa manusia ciptaan-Nya binasa. Dia, Allah, memberi segala sarana agar semua ciptaan hidup dan sejahtera. Hidup sejahtera itu bukan hanya berlaku untuk hidup kekal di surga tetapi sudah mulai di dunia ini. Itulah yang ditampakkan Yesus dalam dua mujizat yang dilakukan-Nya (atau satu, jika bacaan singkat dipilih!): menyembuhkan perempuan yang sudah duabelas tahun menderita penyakit pendarahan dan membangkitkan anak Yairus, si kepala rumah ibadat. Orang sekitar Yairus sudah putus asa: untuk apa lagi menyusahkan Guru! Tetapi bagi yang mau menerima dan percaya kepada Yesus tidak ada istilah putus asa. Dan memang itulah Yairus: dia percaya dan menerima Yesus. Maka, sebagaimana pesan Yesus: “Jangan takut, percaya saja,” dia percaya dan tetap mengajak Yesus mampir di rumahnya. Ungkapan Yesus berikut, sambil memegang tangan anak itu, adalah: “Talita kum,” yang berarti: bangkitlah! Hasilnya memang anak itu bangkit dan hidup kembali. Sebab memang sebagai utusan Allah, Yesus berkuasa mengembalikan hidup.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Bacaan-bacaan ini merupakan ajakan bagi kita agar kita juga menjadi pemelihara-pemelihara hidup, bukan justru pembinasa hidup. Pertanyaan barangkali: bagaimanakah kita mewujudkan pesan bacaan ini secara konkrit? Bagaimana kita bisa menjadi pemelihara hidup seperti Allah sendiri yang adalah pemelihara hidup? Ada banyak cara, namun untuk kali ini sudah sangat bagus jika kita bisa memberi perhatian dan mengamalkannya dalam hidup, apa yang dalam istilah rasul Paulus pada bacaan kedua tadi disebut: kaya dalam pelayanan kasih. Pelayanan kasih yang dimaksudkan Paulus adalah kerelaan untuk memberikan sumbangan bagi saudara-saudara seiman yang amat membutuhkan uluran tangan. Ajakan Paulus amat konkrit: berilah berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu. Itu berarti: kita tak perlu mencuri untuk menjadi penderma bagi orang lain. Maka apa yang pertama harus kita bangun dalam diri adalah: kerelaan berbagi. Apa yang ada, itulah yang kita bagi untuk sesama. Demikian kita saling meringankan beban satu sama lain dan menjadi pemelihara hidup. Semoga! [Oleh: Pst. Bonifasius Banggas Simanullang, OFMCap]


Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.