Headlines News :
Home » » MINGGU BIASA 14 (Thn. B), 8 Juli 2012

MINGGU BIASA 14 (Thn. B), 8 Juli 2012

Written By Keuskupan Sibolga on Minggu, 08 Juli 2012 | 08.46

8 Juli 2012
MINGGU BIASA 14 (Thn. B)

TANTANGAN DALAM TUGAS PEWARTAAN
Yeh 2:2-5; 2Kor 12:7-10; Mk 6:1-6

Ulasan Bacaan:

Pengalaman rasul Paulus yang diceritakan dalam bacaan kedua, dapat kita lihat sebagai wujud konkrit dari bacaan pertama dan Injil. Rasul Paulus berbicara tentang kekalutan yang dia alami sebagai pemberita Injil. Dan itu sudah dinyatakan dengan jelas dalam dua bacaan lain itu. Tuhan mengatakan dengan terus terang kepada Yehezkiel: “Aku mengutus engkau kepada bangsa pemberontak...” Itu jugalah yang dikisahkan dalam Injil. Yesus ditolak, bahkan oleh kaum-Nya sendiri. Hal yang sama dialami oleh Paulus. Seperti kita dengar tadi, secara khusus pengalaman-pengalaman pahit itu dia bagikan dalam surat kepada Jemaat di Korintus. Semula dia hampir menyerah dan mohon kepada Tuhan supaya kesulitan itu dijauhkan dari dia. Dia menyebutnya sebagai ‘duri dalam daging’. Tetapi jawaban Tuhan: cukuplah kasih karunia-Ku bagimu. Itulah alasannya akhirnya Paulus melihat semua kesulitan dalam merasul itu sebagai karunia khusus dari Tuhan yang justru membuat dia tetap rendah hati sebagai pewarta. Dalam istilah Paulus sendiri: tidak mau memegahkan diri! Akhirnya, boleh dikatakan, dia adalah rasul yang paling giat mewartakan kabar gembira Tuhan.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Apa yang dialami Yesus dan semua pewarta Sabda Allah dulu, merupakan juga pengalaman para pewarta Sabda zaman ini. Sarana memang semakin kita miliki, yakni segala alat-alat komunikasi sosial yang semakin canggih. Namun kesulitannya juga semakin besar. Rasanya tak perlu disebutkan di sini karena kita semua mengalaminya. Kita tidak hanya berhadapan dengan orang-orang pemberontak, melainkan juga dengan orang-orang yang tidak mau peduli, tidak mau tahu. Di tengah situasi seperti ini, kita yang masih merasa terpanggil untuk menjadi pewarta Sabda Tuhan, mesti mengikuti teladan Paulus. Justru karena Paulus tidak mau dikalahkan oleh tantangan yang dia hadapi, dia menjadi rasul besar. Sebesar apa pun tantangan yang dia hadapi, dia tetap mewartakan Injil. Di tempat lain dia berkata: “Celakalah aku, jika aku tidak mewartakan Injil” (1Kor 9:16). Kuncinya, seperti dia katakan, tidak mengandalkan kekuatan sendiri, melainkan mengandalkan Tuhan. Dalam Tuhan dia malah rela menerima segala tantangan itu. “Sebab,” kata dia, “jika aku lemah, maka aku kuat.” [Oleh Pst. Bonifasius Banggas Simanullang, OFMCap]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.