Headlines News :
Home » » MINGGU BIASA 19 (Thn. B), 12 Agustus 2012

MINGGU BIASA 19 (Thn. B), 12 Agustus 2012

Written By Keuskupan Sibolga on Minggu, 12 Agustus 2012 | 18.10

12 Agustus 2012
MINGGU BIASA 19 (Thn. B)

MARIA UNGKAPAN PENDAMPINGAN ALLAH
Why 11:19a;12:1.3-6a.10a; 1Kor 15:20-26; Lk 1:39-56


Ulasan Bacaan:

Penglihatan Yohanes tentang seorang perempuan dan naga yang kita dengar dalam bacaan pertama menggambarkan secara maksimal perlawanan terhadap kejahatan. Kejahatan dilukiskan sebagai naga yang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh. Tujuh adalah bilangan penuh, tetapi sepuluh merupakan bilangan terbatas meskipun lebih besar dari tujuh. Tanduk adalah lambang kekuatan. Maka hendak digambarkan: meskipun si jahat itu berkepala tujuh, jadi seharusnya kekuatannya luar biasa, toh tanduknya sepuluh; jadi kekuatannya terbatas. Dan memang naga itu dikalahkan oleh bala tentara surga: Mikael dan malaikat-malaikatnya. Sedangkan gambaran perempuan yang hendak melahirkan itu, mau tidak mau mengarahkan pikiran kita kepada Bunda Maria, yang telah melahirkan Yesus. Dengan perantaraan dialah nyanyian kemenangan itu terwujud, yakni tibanya keselamatan yang adalah pemerintahan Allah kita; kuasa Dia, Yang Terurapi, yang adalah Yesus sendiri. Karena itu boleh dikatakan bahwa Bunda Maria merupakan ungkapan penyertaan Allah dalam hidup kita. Sebagaimana Maria tinggal bersama Elisabeth, sanaknya, demikian juga dia, Maria, senantiasa menyertai umat Allah.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Perayaan Maria Diangkat ke Surga merupakan pengakuan Gereja akan penebusan sebagai buah kebangkitan Yesus. Maria, yang perannya amat istimewa dalam sejarah keselamatan, pantas memperoleh ganjaran istimewa dari buah penebusan Yesus itu: tak perlu menunggu sampai pada waktu Yesus datang untuk kedua kalinya. Pada saat ini dia, Maria, telah mengalami pemuliaan hidup, bersatu jiwa dan raganya. Bedanya ialah, Yesus, karena Dia adalah Putera Allah, bangkit dengan kekuatan-Nya sendiri, sedangkan Maria, diangkat jiwa dan raganya ke surga oleh Allah. Maka, lebih dari pada para kudus lain, dia menjadi perantara doa kita karena dia telah berjaya di surga serentak jiwa dan raganya. Karena itu, tidak mustahil peristiwa-peristiwa penampakan Bunda Maria bisa terjadi. Jadi, perayaan ini pada dasarnya juga merupakan pengangkatan kita sebagai orang pilihan yang telah mendapat janji akan menerima pemuliaan hidup yang sama. Namun karena kita sering lalai sampai berada di luar rel orang pilihan itu, kita senantiasa memohon: doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin!

Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.