Headlines News :
Home » » MINGGU BIASA 16 (Thn. B), 22 Juli 2012

MINGGU BIASA 16 (Thn. B), 22 Juli 2012

Written By Keuskupan Sibolga on Minggu, 22 Juli 2012 | 17.50

22 Juli 2012

MINGGU BIASA 16 (Thn. B)

TUHAN TELAH MENUMBUHKAN TUNAS DAUD
Yer 23:1-6; Ef 2:13-18; Mk 6:30-34

Ulasan Bacaan:

Setelah bangsa Israel mengalami pembuangan di Babel, praktisnya mereka selalu berada di bawah penguasaan bangsa asing. Timbullah kerinduan mendalam kepada kejayaan kerajaan Daud dulu. Teks-teks yang bernubuat tentang itu biasanya disebut nubuat-nubuat messianis, di mana Yang Terurapi, seperti Daud dulu, akan muncul kembali memimpin bangsa Israel sehingga kejayaan masa Daud itu dikecap kembali. Dalam bacaan tadi, Dia yang dinantikan itu dinamai: Tuhan keadilan kita. Harus kita ingat, keadilan Tuhan bukanlah keadilan ‘distributif’ yang sama artinya dengan pembalasan. Menurut warta Kitab Suci, keadilan Tuhan adalah belas kasih. Itu sebabnya malah kita merasa seolah-olah Tuhan “tidak adil” karena dosa sebesar apa pun cepat sekali diampuni-Nya. Injil menggambarkan Yesus sebagai orang yang berbelas kasih itu. Kalimat yang kita dengar dalam Injil tadi sering kita temui dalam cerita-cerita tentang Yesus: “Tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka.” Karena itulah penginjil dan segenap Jemaat Perdana percaya dan yakin bahwa Yesuslah “Yang Terurapi” yang dinanti-nantikan itu. Seluruh pengharapan Israel terpenuhi di dalam diri-Nya.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Ternyata, lebih dari sekedar memenuhi penantian Israel akan seorang “Yang Terurapi”, Yesus membawa kualitas lain lagi, semacam kualitas plus, dalam hidup manusia, yakni jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh. Demikianlah, seperti dikatakan dalam bacaan itu, kita “bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.” Sebagai keluarga Allah, tentu saja pusatnya adalah Allah. Karena itulah, sebagaimana ajakan Yesus dalam Injil tadi, dibutuhkan dari saat ke saat mengembalikan orientasi kepada Allah: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian...” Dalam kesunyian itulah kita dapat mendengar bisikan Allah dengan lebih jelas. Dalam kesunyian itulah kita memperoleh petunjuk dari Allah sendiri, apa harus kita buat dan bagaimana kita harus bertindak untuk mewujudkan kualitas “orang-orang kudus dan anggota keluarga Allah. Demikianlah kita menjadi “bangunan” rohani di mana orang melihat Allah tinggal di dalamnya; bangunan yang kokoh dan rapi tersusun dan tak tergoyahkan sepanjang masa. Amin!


Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.