Headlines News :
Home » » MINGGU BIASA 17 (Thn. B), 29 Juli 2012

MINGGU BIASA 17 (Thn. B), 29 Juli 2012

Written By Keuskupan Sibolga on Minggu, 29 Juli 2012 | 17.59

29 Juli 2012
MINGGU BIASA 17 (Thn. B)

BERILAH MEREKA MAKAN
2Raj 4:42-44; Ef 4:1-6; Yoh 6:1-15

Ulasan Bacaan:

Bab 6 Injil Yohanes berbicara tentang Roti hidup. Diawali dengan peristiwa Yesus memberi makan lima ribu orang dengan hanya berbekalkan lima roti jelai dan dua ekor ikan, yang nota bene adalah bekal seorang anak. Ternyata setelah selesai makan, masih terkumpul sisa makanan sebanyak 12 bakul penuh. Sungguh luar biasa. Seperti biasa dalam Injil Yohanes, melalui peristiwa konkrit ini, yakni makan roti, roti seperti biasa dikenal betapa pun itu disertai mujizat, Yesus hendak mengarahkan perhatian para pendengar-Nya kepada makanan lain, yakni roti hidup. Mujizat, yakni penggandaan roti, merupakan petunjuk bahkan bukti nyata bahwa Allah sanggup memelihara ciptaan-Nya dengan cara-cara di luar perkiraan manusia. Dan itu tidak hanya terjadi pada masa Yesus, melainkan juga pada masa para nabi, sebagaimana kita dengar dari kisah nabi Elisa pada bacaan pertama tadi. Maka, tak perlu cemas akan apa yang hendak dimakan, apa hendak diminum. Allah sungguh berkuasa menyediakan semuanya itu. Nah, dari keyakinan dasar inilah umat diajak mencari dan merindukan roti hidup yang bertahan sampai hidup yang kekal, bukan hanya sekedar mengenyangkan di bumi ini saja.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:


Kita sering mencemaskan bahan-bahan pokok hidup kita sampai kita cenderung menimbunnya sebanyak-banyaknya. Ingat saja di saat ada rencana pemerintah menaikkan harga bbm: ada orang sampai masuk penjara karena menimbun bbm. Dan tentu saja, karena kecemasan itu, kita juga sulit berbagi. Kita hanya mau berbagi setelah kebutuhan kita terjamin untuk sekian lama. Kita cenderung seperti hamba-hamba Elisa dalam bacaan pertama yang berkata: bagaimana aku dapat menghidangkan yang sedikit ini di depan ratusan orang? Atau seperti murid Yesus, yang berkata: roti seharga duaratus dinar tak mungkin cukup untuk orang sebanyak ini! Tentu saja, dalam suasana hati seperti itu, tak mungkinlah kita masih bisa terbuka kepada hal-hal yang lebih rohani. Padahal ajakan rasul Paulus dalam bacaan kedua tadi berbunyi: hendaklah hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Itu berarti yakin sungguh bahwa Allah sanggup memelihara hidup kita. Keyakinan itulah yang membuat kita berani dan rela berbagi karena tidak cemas akan apa hendak dimakan, apa hendak diminum. Semoga!

Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.