Headlines News :
Home » » MINGGU BIASA 20 (Thn. B), 19 Agustus 2012

MINGGU BIASA 20 (Thn. B), 19 Agustus 2012

Written By Keuskupan Sibolga on Minggu, 19 Agustus 2012 | 16.14

19 Agustus 2012
MINGGU BIASA 20 (Thn. B)

MAKANLAH DARI HIDANGAN TUHAN
Ams 9:1-6; Ef 5:15-20; Yoh 6:51-58


Ulasan Bacaan:

Ketika Yesus menegaskan bahwa Dia adalah Roti hidup yang telah turun dari surga, orang-orang Yahudi menyangkal: bagaimana mungkin orang ini memberi diri-Nya untuk dimakan? Namun Yesus makin menegaskan: “Jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum daran-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.” Di sini Yesus sudah berbicara tentang suatu makanan lain, tidak lagi makanan seperti dimengerti oleh orang-orang Yahudi itu. Tak ada maksud Yesus menjadikan orang-orang Yahudi menjadi kanibal (pemakan orang) ketika Dia berkata: makanlah tubuh-Ku, minumlah darah-Ku! Dia bagaikan kebijaksanaan yang berseru-seru, khususnya kepada anak-anak muda yang belum berpengalaman, agar datang menikmati jamuannya, sebab kebijaksanaan adalah lebih berharga dari segala sesuatu. Hanya orang yang memiliki kebijaksanaanlah akan memperoleh hidup. Sedangkan kebodohan menuntun kepada kebinasaan. Di sini kebodohan sama dengan tidak mempedulikan Allah dalam hidupnya; sejenis ateis praktis. Di KTP barangkali masih tercatat sebagai orang beragama, tetapi dalam praktek hidupnya pengaruh Allah hampir tidak ada sama sekali.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Yesus menawarkan diri sebagai makanan. Bahkan Dia mengklaim bahwa satu-satunya jalan untuk memperoleh hidup kekal adalah dengan memakan tubuh-Nya dan minum darah-Nya. Artinya kita mesti sungguh-sungguh bersatu dengan Yesus untuk dapat memperoleh hidup yang kekal. Secara sakramental, dalam tanda nyata, itu kita buat dalam Perayaan Ekaristi. Di saat kita menyambut tubuh Tuhan dalam komuni kudus, kita menyatukan diri kita secara utuh dengan Yesus. Karena itulah Gereja memerintahkan agar kita menerima komuni kudus sesering mungkin, secara khusus dalam masa Paska. Gereja yakin teguh bahwa Yesus yang disambut umat beriman dalam sakramen Ekaristi itu sungguh-sungguh akan mendatangkan rahmat: menghapus dosa di masa lalu dan menjauhkan orang dari dosa di masa mendatang. Komuni membarui, memperkuat dan memperdalam penggabungan diri ke dalam Gereja, yang telah dimulai dengan Pembaptisan (Katekismus art 1396). Dengan kata lain, jalan hidup Yesus menjadi jalan hidup orang yang menyambut Dia dalam komuni kudus. Semoga!

Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.