Headlines News :
Home » » GERAM Bakar Kaos Bosur & Koran Terbitan Siantar

GERAM Bakar Kaos Bosur & Koran Terbitan Siantar

Written By Keuskupan Sibolga on Rabu, 12 September 2012 | 13.18

Desak Raja Bonaran Situmeang Mundur

Massa saat membakar salah satu media terbitan Siantar yang
dituding sebagai “kaki tangan” Bonaran.
PANDAN | Masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), akhirnya meninggalkan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng), di Pandan, Rabu (12/9) siang, dengan mengendarai sejumlah kenderaan roda empat jenis cold diesel dan sepeda motor.

Sebelum meninggalkan Pandan sebagai Ibukota Tapteng, massa GERAM terlebih dahulu menyampaikan aksi dengan tuntutan serupa, meminta Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang memenuhi janji politiknya, sembari membakar baju/kaos kampanye pasangan Bonaran – Syukran (BOSUR) dan surat kabar lokal sebagai bentuk kekecewaan dan kekesalan yang tidak berpihak kepada rakyat.

Pantauan RAKYAT, ratusan massa tersebut membakar salah satu media lokal terbitan Siantar itu, karena dianggap telah melakukan pemberitaan bohong. Karena menurut beberapa massa mengatakan, apa yang diberitakan oleh media lokal tersebut terkesan berpihak dengan Raja Bonaran Situmeang.

“Kita tidak mau pemberitaan yang memihak Bupati Tapteng dan mengabaikan rakyat. Apalagi media terbitan Siantar itu, itu tidak mau memberitakan apa yang sebenarnya,”sebut beberapa warga.

Binsar Samosir, salah seorang koordinator lapangan GERAM untuk wilayah Pandan mengatakan, bahwa media lokal itu, diduga sengaja menjadikan Tapteng tidak kondusif lagi. Padahal, dalam aksi kemarin, massa tersebut menyatakan akan melaksanakan silatuhrahmi.

“Jelas ini pembohongan publik. Sebaiknya mereka itu enyah saja dari bumi Tapteng dan Sibolga ini, karena merekalah yang selama ini menutupi keburukan dan kebobrokan Bonaran,”tegas Binsar.

Koordinator GERAM, Dennis Simalango mengatakan, kepulangan mereka bukan untuk menghentikan aksi yang telah mereka rintis selama tiga hari. Tetapi ingin mengkonsolidasikan kembali kepada massa/masyarakat, agar tidak takut turun menagih janji – janji politik Raja Bonaran Situmeang selaku Bupati Tapteng dan Sukran J Tanjung.

“Massa yang turun sekarang belum maksimal, karena banyaknya intervensi yang dilakukan pihak – pihak tertentu dengan cara menakut – nakuti masyarakat,”ungkap Dennis Simalango menjawab RAKYAT didampingi sejumlah aktivis dan warga, sebelum meninggalkan Pandan, Rabu (12/9).

Dennis menambahkan, aksi GERAM itu akan terus berlanjut, sampai cita – cita dan tuntutan masyarakat dapat tercapai.

“Batas waktu aksi tidak ada, bila perlu selama Bonaran memimpin atau selama cita – cita kita belum terealisasi, kita akan terus melakukan aksi unjukrasa,” tukasnya.

Akan tetapi, kata Dennis, mereka tidak akan berhenti sampai disini. Menurutnya, aksi tiga hari ini merupakan langkah awal mereka untuk tetap menurunkan Bonaran dari singgasananya sebagai Bupati Tapteng, karena telah dianggap mengkhianati kepercayaan rakyat.

“Kita anggap ini langkah awal untuk menjatuhkan Bonaran. Karena saya lihat sendiri, bagaimana antusiasme masyarakat Tapteng yang menginginkan mantan pengacara koruptor itu turun dari jabatannya,”ucapnya.

Dalam aksi unjukrasa selama tiga hari, Dennis Simalango meneriakan bahwa kedatangan mereka menuntut Bonaran terhadap janji politiknya. Namun, tuntutan mereka dalam satu tahun tidak kunjung direalisasikan oleh mantan pengacara koruptor tersebut. Massa juga meminta Bonaran untuk pulang ke Jakarta, karena telah dianggap gagal.

“Bonaran, kau pernah berjanji dalam satu tahun kepemimpinanmu akan ada perubahan di Tapteng. Tapi hingga saat ini, tidak ada satu pun hasil kinerjamu yang nampak, dan layak kami katakan gagal. Maka hari ini, kami menyuruhmu pulang ke Jakarta, karena itulah janji mu dulu,”teriak Dennis.

Dikatakan, bahwa Bonaran juga telah menjadikan Tapteng sebagai ajang pengerukan uang untuk menambah pundi – pundi kekayaannya. Menurut rakyat, hal itu dilakukan dengan memeras uang rakyat dan PNS, dengan menggunakan hak prerogatifnya untuk melakukan pemutasian.

“Kau telah peras rakyat dan juga PNS, kau jadikan hak prerogatif mu untuk mengeruk uang agar kekayaanmu bertambah. Kalau seperti itu, hendaknya kau enyah dari Tapteng ini, dan kembali ke Jakarta sesuai janji mu dulu wahai mantan Pengacara koruptor,”ucapnya.

Dennis juga mengutarakan, bahwa selama ini Bonaran yang sudah didewakan sebagai penyelamat tanah rakyat, ternyata tidak ubahnya seorang manusia yang munafik. Karena mantan pengacara koruptor itu telah mengingkari semua janji – janjinya kepada rakyat.

“Kita pikir Bonaran itu seorang manusia yang tahu berterima kasih, tapi dia tidak lain seorang yang munafik dan kotor. Maka harga mati buat rakyat, Bonaran harus mudur dari jabatannya sebagai Bupati Tapteng,”pungkasnya. (Ali Akbar)
Keterangan Foto : BAKAR : Sebelum meninggalkan kompleks perkantoran Bupati, massa GERAM menggelar aksi membakar kaos BOSUR dan koran terbitan Siantar, di depan pintu masuk kantor Bupati Tapteng, di Pandan. (Ali Akbar/RAKYAT)
============
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.