Headlines News :
Home » » MINGGU BIASA 22 (Thn. B), 2 September 2012

MINGGU BIASA 22 (Thn. B), 2 September 2012

Written By Admin on Sabtu, 01 September 2012 | 21.47

MINGGU BIASA B 22

PERINTAH ALLAH SEBAGAI JALAN HIDUP
Ul 4:1-2.6-8; Yak 1:17-18.21b.22-27; Mk 7:1-8.14-15.21-23


Ulasan Bacaan:
Bacaan pertama menegaskan dengan keras: untuk bisa selamat, umat harus menepati dengan teliti segala perintah yang diberikan Allah kepada mereka. Sepanjang sejarah, para pemimpin umat telah berusaha menanamkan sikap taat ini kepada umat. Umat dibimbing dalam disiplin yang keras atas pelaksanaan hukum dengan teliti, bahkan dengan memberikan penjabaran-penjabaran konkrit atas hukum itu. Sayangnya, cara ini telah menanamkan sikap legalistis dalam hidup keagamaan umat Israel. Artinya: orang menaati hukum dengan sangat teliti tanpa memperhatikan makna dan tujuan hukum itu sendiri. Tentu saja sikap seperti itu tidak mungkin menumbuhkan rasa persaudaraan di antara umat. Umat tidak dibimbing untuk saling peduli satu sama lain sebagai satu persekutuan yang diikat oleh iman yang sama kepada Allah. Sikap legalistis itulah yang dikecam Yesus dalam diri para Farisi dan ahli-ahli Taurat sebagaimana kita dengar dalam bacaan pertama tadi, sebab justru dengan sikap legalistis itu mereka telah melalaikan perintah Allah yang mengingini umat-Nya hidup sebagai satu keluarga yang saling mengasihi satu sama lain. Itu sama dengan memuliakan Allah dengan bibir tetapi tidak dengan hati.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Penegasan Yesus itu sangat kena bagi masyarakat kita sekarang ini. Dengan Pancasila sebagai dasar negara, di mana Ketuhanan Yang Mahaesa sebagai sila pertama, bangsa kita dikenal sebagai bangsa religius. Hal itu bisa kita lihat antara lain dari banyaknya rumah ibadat di kota-kota dan desa kita. Ke mana saja kita pergi, kita tidak sulit menemukan entah gereja, mesjid, vihara ataupun rumah-rumah ibadat lainnya. Kita juga tidak sulit menemukan, misalnya, orang-orang dengan simbol-simbol keagamaan; entah itu pakaian maupun perhiasan. Namun dalam suasana seperti itu, justru perbuatan-perbuatan koruptif pun marak juga kita temukan. Media massa kita tak pernah sepi dari berita-berita sekitar perbuatan tercela seperti itu: mulai dari korupsi para pejabat hingga premanisme; dari tindakan amoral hingga tindakan kriminal. Bahkan tak jarang pula orang yang mau dipenjara pun, yang tentu saja secara hukum telah terbukti melakukan kejahatan tertentu, masih pamer sok suci dengan minta melakukan rukun agama yang dia anut. Pengikut Yesus harus sungguh berusaha menjauhkan sikap tercela seperti itu. Semoga!
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.