Headlines News :
Home » » MINGGU BIASA 26 (Thn. B), 30 September 2012

MINGGU BIASA 26 (Thn. B), 30 September 2012

Written By Admin on Minggu, 30 September 2012 | 08.51

30 September 2012
MINGGU BIASA 26 (Thn. B)


JANGAN IRI HATI!
Bil 11:25-29; Yak 5:1-6; Mk 9:38-43.45.47-48


Ulasan Bacaan:

Bacaan hari ini menunjukkan bahwa iri hati sudah merupakan dosa yang merusak kerukunan umat sejak dulu. Yosua, abdi yang kelak menggantikan Musa, iri hati mendengar bahwa Eldad dan Medad, dua orang yang tidak ikut pergi ke kemah, mendapat roh kenabian juga. Hal yang sama terjadi dengan murid-murid Yesus: mereka mencegah orang yang mengusir setan atas nama Yesus karena orang itu tidak termasuk kelompok para murid. Tetapi sikap para hamba Allah lain. Baik Musa maupun Yesus tidak setuju dengan sikap iri hati seperti itu. Ketika Yosua meminta agar Musa mencegah Eldad dan Medad untuk bernubuat, Musa justru menjawab: mengapa mereka harus dicegah? Justru saya sangat inginkan seluruh bangsa ini diberi kuasa bernubuat oleh Allah! Jawaban yang sama diberikan Yesus kepada murid-murid-Nya: jangan mencegah dia! Iri hati adalah dosa yang menyesatkan umat. Padahal segala sesuatu yang dapat menyesatkan umat harus dijauhkan. Bahkan, kata Injil tadi, jika anggota tubuh pun menyesatkan, harus dibuang. Sebab lebih bagus bagi seseorang tidak sempurna secara fisik tetapi diterima dalam kehidupan kekal dari pada lengkap seluruh tubuh tetapi akhirnya dibuang ke neraka.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Iri hati memang betul sangat merusak kerukunan umat. Di samping itu perkembangan umat, baik dari segi jumlah maupun mutu hidup menggereja, sangat dihambat oleh iri hati yang sayangnya masih kuat di dalam diri beberapa umat beriman. Maka firman Tuhan yang diperdengarkan hari ini betul masih amat relevan dengan hidup kita masa kini. Kita perlu memedomani sikap hamba-hamba Allah, Yesus dan Musa, dengan membiarkan yang lain berkembang dalam perbuatan baik. Kita mesti sadar bahwa kemajuan orang lain pada prinsipnya adalah kemajuan saya juga. Sebab kemajuan orang lain itu akan memajukan hidup kelompok di mana dia ada dan pada gilirannya akan berpengaruh secara positif kepada saya juga. Hidup bersama kita selalu bertautan satu sama lain. Oleh karena itu, cepat atau lambat, kebaikan yang satu akan berpengaruh juga bagi yang lain. Itu sebabnya pada dasarnya tidak ada alasan bagi kita untuk iri hati melihat kemajuan yang dicapai oleh orang lain. Semoga dengan mendengar dan merenungkan firman Tuhan hari ini kita semakin terhindar dari sikap iri hati terhadap kemajuan yang dicapai saudara-saudari kita. Amin.
Share this article :
 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.