Headlines News :
Home » » Kateri, Pribumi Amerika Pertama Bergelar Santa

Kateri, Pribumi Amerika Pertama Bergelar Santa

Written By Admin on Senin, 22 Oktober 2012 | 15.20

Dua orang biarawati Katolik memegang gambar Kateri
Tekakwitha di Lapangan Santo Petrus, Minggu (21/10).
[Foto: Andrew Medichini/AP]
ROMA, KOMPAS.com - Paus Benediktus XVI mengkanonisasi (menetapkan seseorang bergelar santo/santa atau orang suci) tujuh orang pada Minggu (21/10) pagi dalam upacara di Lapangan Santo Petrus di Vatikan.

Puluhan ribu umat beriman, beberapa memakai hiasan berbulu di kepala dan manik-manik, yang lain mengenakan kemeja dan kalung bunga Hawaii, menghadiri upacara kanonisasi itu. Termasuk di antara yang dikanonisasi itu adalah seorang penduduk pribumi Amerika dan seorang biarawati dari abad ke-19 yang merawat para penderita kusta di Hawaii.

Sorak-sorai membahana dari kerumunan orang itu ketika Paus menyebut nama Kateri Tekakwitha, yang dikenal sebagai "Lily dari (Suku) Mohawks" dan dicintai oleh penduduk asli Amerika, dan Suster Marianne Cope, seorang biarawati kelahiran Jerman yang dibesarkan di Negara Bagian New York sebelum kemudian pindah ke Hawaii. Namun sorakan paling membahana adalah untuk Pedro Calungsod, seorang martir dari abad ke-17 asal Filipina. Kontingen besar masyarakat Filipina Italia bergemuruh ketika nama Pedro disebutkan.

Kateri lahir di Negara Bagian New York dari ibu seorang Algonquin dan ayah seorang Mohawk. Dia dibaptis oleh para Jesuit Perancis pada usia 20 tahun setelah kehilangan orangtuanya dalam sebuah epidemi cacar. Setelah dianiaya oleh sejumlah orang pada masa itu terkait imannya, ia melarikan diri ke sebuah pemukiman Indian di wilayah yang sekarang menjadi Kanada. Di sana ia meninggal pada usia 24 tahun.

Sejumlah penduduk asli Amerika mengatakan, kanonisasi terhadap Kateri merupakan pelanggaran implisit terhadap tradisi mereka. Namun Eleanor Smith, pemuda dari Albuquerque, tidak setuju. "Kami semua percaya pada pencipta yang sama. Tuhan, pencipta, Father Sky. Itu semua sama," kata Smith, yang berasal dari Mississippi Choctaw dan Navajo.

Sejumlah orang lain datang untuk menghormati Marianne Cope, seorang mantan mother superior Ordo Ketiga Reguler Santo Fransiskus di Syracuse, New York, yang pindah ke Pulau Molokai tahun 1883 untuk merawat orang-orang dengan penyakit Hansen, atau kusta. Paus Benediktus menyebut Santa Marianne, yang meninggal tahun 1913, sebagai "contoh yang bersinar dan energik dari tradisi terbaik perawatan para suster-biarawati Katolik dan semangat junjungannya Santo  Fransiskus.

Vatikan memastikan, seorang perempuan dari Syracuse, Negara Bagian New York, sembuh dari komplikasi pankreatitis tahun 2005 setelah berdoa kepada Suster Marianne. Hal itu menjadi keajaiban kedua yang diperlukan untuk memastikan gelar santa bagi suster itu.

Orang-orang lain yang diberi gelar orang suci pada hari Minggu kemarin adalah Pedro Calungsod, yang dibunuh di Guam tahun 1672 ketika ia membantu para Yesuit Spanyol mengabarkan Injil kepada penduduk asli; Jacques Berthieu, seorang misionaris Jesuit abad ke-19 yang dibunuh para pemberontak di Madagaskar; Carmen Salles y Barangueras, seorang biarawati Spanyol, dan Giovanni Battista Piamarta, yang mendirikan pers Katolik di Brescia, Italia. 

Sumber :
New York Times
Editor :
Egidius Patnistik
Share this article :
 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.