Headlines News :
Home » » MINGGU BIASA 28 (Thn. B), 14 Oktober 2012

MINGGU BIASA 28 (Thn. B), 14 Oktober 2012

Written By Admin on Minggu, 14 Oktober 2012 | 11.47

14 Oktober 2012
MINGGU BIASA 28 (Thn. B)

KEKAYAAN YANG SEJATI
Keb 7:7-11; Ibr 4:12-13; Mk 10:17-30

Ulasan Bacaan:
Bacaan-bacaan hari ini menunjukkan relativitas harta. Artinya nilai harta itu tidaklah mutlak. Harta belum tentu membawa kebahagiaan bagi pemiliknya. Itulah yang dikidungkan dalam bacaan pertama. Justru yang dinilai lebih berharga dari harta adalah kebijaksanaan. Harta tidak menjamin orang bisa memperoleh apa yang dicita-citakannya. Sebab harta justru mengikat orang agar semakin mengejar kekayaan lagi. Justru karena itulah pemuda yang datang kepada Yesus menjadi sedih mendengar permintaan Yesus: juallah milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin. Dia berat melepaskan hartanya. Tetapi kebijaksanaan membuat orang bebas dan karena itu terbuka untuk apa saja. Orang bijak tidak mau diikat oleh fanatisme yang picik tetapi melihat keseluruhan secara seimbang. Itu sebabnya Yesus menuntut orang yang ingin menjadi pengikut-Nya melepaskan harta kekayaannya lebih dahulu. Dengan demikian orang bebas melakukan apa yang nantinya dituntut dari dia. Dan yang berani berbuat demikian, pada akhirnya akan memperoleh harta berlipat ganda bahkan sanak saudara dan kerabat sebagai ganjaran atas kerelaannya meninggalkan semuanya itu.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Banyak orang yang kurang menyadari nilai harta yang sangat relatif itu. Mereka berlomba-lomba untuk semakin kaya dan memiliki semakin banyak harta. Untuk itu alam dieksploitasi tanpa batas yang pada akhirnya merusak bumi kita ini; bukan hanya alam yang korban tetapi juga ribuan bahkan jutaan orang yang menggantungkan hidupnya kepada alam secara langsung. Lihat saja, di mana-mana sungai mengecil bahkan menjadi kering. Kemarau beberapa minggu bahkan hari saja sudah mengakibatkan kekeringan yang menyiksa, baik dari rusaknya tanam-tanaman maupun dari segi sulitnya memperoleh air untuk kebutuhan harian. Maka kita semua mesti menyadari nilai relatif harta itu. Sekaya apa pun orang, jika lingkungan hidup kita tidak mendukung kehidupan yang nyaman lagi, orang tidak akan bahagia. Siapa pun tak mampu membangun dunia lain yang terbebas dari kewajiban memelihara hidup bersama. Semoga kita semua makin sadar bahwa uang dan kekayaan tidaklah segala-galanya bagi kita sehingga kita masih mau peduli satu sama lain, termasuk peduli terhadap kelestarian alam lingkungan hidup kita. Amin.
Share this article :
 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.