Headlines News :
Home » » MINGGU BIASA 30 (Thn. B), 28 Oktober 2012

MINGGU BIASA 30 (Thn. B), 28 Oktober 2012

Written By Admin on Minggu, 28 Oktober 2012 | 11.56

28 Oktober 2012
MINGGU BIASA 30 (Thn. B)

MESIAS TELAH DATANG MEMBAWA PENYEMBUHAN
Yer 31:7-9; Ibr 5:1-6; Mk 10:46-52


Ulasan Bacaan:

Bacaan pertama berbicara tentang janji keselamatan Tuhan kepada umat-Nya setelah mereka dibuang ke Babel. Pembuangan tidaklah dimaksud untuk menghancurkan bangsa Israel tetapi untuk membuatnya bertobat kepada Allah. Karena itu, setelah mengalami kesesakan pembuangan di Babel Tuhan sendiri akan memimpin mereka kembali ke tanah airnya dan membuat mereka senang dan bahagia. Itulah yang dinubuatkan Yeremia kepada umat. Kelak, di saat Koresh, raja Persia, mengalahkan kerajaan Babel nubuat Yeremia itu terpenuhi: umat Israel diizinkan keluar dari pembuangan dan pulang ke negerinya. Meskipun sebenarnya lukisan keselamatan dalam nubuat Yeremia itu jauh lebih indah dari apa yang dialami bangsa Israel di saat kembali dari pembuangan itu. Karena itu, nubuat itu telah menumbuhkan pengharapan dalam diri umat Israel akan suatu masa yang lebih indah di mana messias yang diutus Allah memerintah. Itulah yang disebut sebagai pengharapan messianis. Di saat Yesus tampil di hadapan umum, pengharapan itulah yang teringat di hati orang sebab apa yang dibuat-Nya amat sesuai dengan lukisan para nabi dalam Perjanjian Lama itu. Itu sebabnya orang buta dalam Injil tadi berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Sebab Messias memang adalah dari keturunan Daud.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Pada dasarnya apa yang dialami umat Israel dulu masih terjadi juga sekarang. Banyak peristiwa dalam hidup kita yang membuat kita tersentak dan kembali ke jalan yang benar. Terkadang memang kita merasa bahwa tangan Tuhan sungguh keras menekan kita bahkan seolah-olah mau menghancurkan kita. Tetapi di dalamnya selalu ada jalan untuk membuat kita lebih matang dalam iman kepada Tuhan. Maka tak perlu putus asa. Tetapi juga kita tidak bisa bertahan dalam dosa seolah-olah penghukuman dari Allah tidak nyata. Terkadang kita beranggapan seolah-olah Tuhan “lupa” menghukum orang-orang berdosa sehingga kita tersandung dan berkata: lebih baik menjadi orang jahat saja. Toh tidak ada gunanya memelihara hidup bersih di hadapan Allah. Sebab orang jahat dan orang baik sama-sama dikasihi oleh Tuhan juga. Tetapi firman yang kita dengar tadi mengingatkan kita bahwa orang-orang berdosa itu pada akhirnya akan dihukum juga, sedangkan janji keselamatan tetap diberi asal kita ingat berbalik kepada-Nya. Semoga firman ini sungguh membuat kita mampu berbalik secara sungguh-sungguh kepada Allah. Amin.
Share this article :
 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.