Headlines News :
Home » » Kunjungan Natal bagi Umat Sakit Penting

Kunjungan Natal bagi Umat Sakit Penting

Written By Admin on Selasa, 01 Januari 2013 | 22.17

Pst. Kristof Jansen OFM Cap
saat memberi komuni kepada Bp Boy Simanullang.
[Foto: Elinus Waruwu]
Hari Raya Natal biasanya diwarnai kegembiraan dan sukacita. Tidaklah heran seorang Imam atau Pastor atau Pemimpin Jemaat pasti sibuk mempersiapkan khotbah. Renungan Natal dipersiapkan sebagus mungkin untuk umat dan diharapkan dapat membawa sukacita, kebahagiaan, dan damai bagi umat beriman yang percaya. Lalu, kalau pulang dari gereja umumnya orang berkumpul dalam komunitas bersama keluarga, salam-salaman saling meneguhkan satu sama lain. Sangat langka terjadi bila usai Perayaan Natal, langsung dibuat aksi kegiatan untuk berkunjung ke rumah lainnya. Biasanya aksi Natal dilaksanakan pada hari khusus sebelum perayaan, entah berkunjung ke panti asuhan, penjara, yatim piatu atau sejenisnya.

Namun apa yang terjadi dengan salah seorang Pastor misionaris di wilayah daratan Tapanuli? Satu aksi Natal yang langka, yaitu membawa kabar gembira itu langsung kepada umat yang sakit, aksi itu dilakukan dari rumah ke rumah. Itulah yang dilakukan oleh Pastor Kristof Jansen OFM Cap di Stasi Santu Petrus Mela. Dia menelepon dan menanyakan dimana ada umat yang sakit untuk bisa dikunjungi sekaligus membawa langsung komuni kudus kepada umat. Sore hari 25 Desember 2012 Pastor Kristof bergegas menuju ke rumah umat yang sakit. Pertama ke rumah Erwin Samosir  yang duduk terkulai di kursi roda tidak jauh dari gereja katolik Mela, kedua di rumah Oppung Risda Silaban Doli dan Boru. Keduanya tidak bisa lagi ke gereja, dan ketiga ke rumah Bp Boy Simanullang kompleks SD Inpres Mela I.

Acara diawali dengan nyanyian dan doa. Kemudian pembacaan Injil dan renungan singkat tentang pengalaman Pastor yang memberi pelayanan kepada umat di kampungnya. Suasana sukacita Natal bergema tidak hanya di kota-kota tetapi seluruh pelosok termasuk di desa dan perkampungan. Tugas seorang Imam, kata Pastor Kristof, melayani semua orang yang menderita termasuk yang sakit. Sering Pemimpin Jemaat lupa atau tidak ingat akan tugas itu, mereka hanya sibuk dengan gembira ria tanpa menyentuh insan lemah dan berkekurangan. Padahal, menurutnya sudah seharusnya dan wajar umat yang sakit seperti ini mendapat pelayanan rohani pada masa Natal.

“Saya bangga menjadi Imam, maka tugas utama adalah memberi pelayanan. Aksi mengunjungi orang sakit seperti saya lakukan ini sebenarnya tugas semua Pemimpin Gereja. Baguslah kalau saat-saat sukacita Natal bisa dirasakan oleh para saudara yang sakit. Dan mungkin hal-hal kecil seperti ini, saya kira baiklah menjadi program para Pengurus Gereja atau Pimpinan Stasi pun Paroki dan yang lain-lainya juga", katanya berharap.

Acara singkat dan doa bagi umat beriman yang tidak bisa ke gereja perlu dibuat dalam lingkup keluarga. Hal itu, katanya, dapat meneguhkan dan menambah semangat iman bagi umat.
“Di kampung saya, seorang Imam masih bisa memberi pelayanan kunjungan seperti ini. Seorang Pastor bisa meluangkan waktu mencari orang-orang sakit yang menderita lalu berkunjung membawa damai dan kabar sukacita. Ini sangat baik dilakukan agar umat merasakan langsung kabar sukacita itu dan tidak hanya diwartakan di dalam gereja saja. Memang sebaiknya dibuatkan daftar pelayanan dan diatur waktu untuk melakukan program sehingga kunjungan itu bermanfaat dan dapat dirasakan langsung oleh umat yang kesulitan bergereja saat perayaan Natal,” ungkap missionaris asal Jerman ini sembari mengenang pengalaman di kampung halamannya.

Pastor Kristof Jansen OFM Cap yang sudah lebih 70 tahun itu masih sangat mengutamakan pelayanan rohani bagi umat. Umat yang ia kunjungi saat itu terharu dan meneteskan air mata. Bp Boy Simanullang sendiri yang sebelah tangannya tak bisa bergerak lagi, merasa kehadiran Pastor Kristof itu bagaikan malaikat dunia.

“Terima kasih banyak Pastor, saya malu ke gereja sejak ditimpa penyakit begini. Saya terlalu kuat pada saat muda, tetapi sekarang terus terang sudah kalah. Tidak mampu saya lagi membalas kebaikan Pastor, apalagi Pastor berkenan mau datang ke rumah saya. Pastor bagaikan Malaikat dunia, begitu saya rindukan saat-saat Natal seperti ini, dan sekarang telah menyentuh perasaan saya yang mendalam. Tuhan rupanya merindukan, dan saya merasa begitu pentingnya Tuhan Yesus lahir dan turun ke dunia. Terima kasih !” tutur Bp Boy Simanullang seraya mencium tangan Pastor itu saat beranjak dari rumahnya. [Elinus Waruwu]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.