Headlines News :
Home » » Malam Natal, 24 Desember 2012

Malam Natal, 24 Desember 2012

Written By Admin on Senin, 24 Desember 2012 | 10.17

24 Desember 2012
MALAM NATAL

ALLAH MENYERTAI KITA
Yes 62:1-5; Kis 13:16-17.22-25; Mt 1:1-25


Ulasan Bacaan:

Bacaan Injil dimulai dari silsilah Yesus Kristus yang dipaparkan dalam keserasian tiga kali empatbelas keturunan. Pastilah angka serasi ini lebih menunjukkan maksud dan tujuan penginjil dari pada generasi faktual dari Abraham hingga Yesus. Pembagian generasi adalah dari Abraham hingga Daud, dari Daud hingga pembuangan Babel, dan dari pembuangan Babel hingga Yesus. Daud adalah raja yang amat dirindukan umat Israel, khususnya karena pengalaman pahit tanpa raja setelah pembuangan Babel. Sejak itulah muncul pengharapan makin kuat akan munculnya seorang terurapi (messias) yang kelak mengembalikan kejayaan Daud, sebagaimana telah dijanjikan Allah dulu. Kelahiran Mesias yang dinantikan itulah yang diberitakan dalam bacaan Injil malam ini. Cerita kelahiran itu lebih berpusat pada Yusuf, yang adalah juga keturuan Daud, yang dipercayakan mengasuh bayi yang kelak mewarisi takhta Daud, bapa leluhur-Nya itu. Demikianlah Yerusalem, kota Daud yang sudah seolah-olah ditinggal tanpa semarak selama ini, akan berseri kembali. Namanya tidak lagi “yang kesepian” atau “yang ditinggalkan” melainkan menjadi “yang dikenan Allah” sebab Allah sendiri telah menjadi “suaminya”.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Kelahiran Yesus merupakan penyataan penyertaan Allah bagi umat manusia secara tetap: Allah tinggal di tengah-tengah kita. Tidak jarang kita merasa ditinggalkan sepi, bukan hanya oleh orang di sekitar kita melainkan juga oleh Allah. Kita bagaikan dilupakan bukan hanya oleh sesama manusia melainkan juga oleh Tuhan sendiri. Natal merupakan pernyataan penyertaan Allah bagi hidup kita, baik bersama maupun sendiri-sendiri. Inilah wujud konkrit dari kasih Allah kepada manusia. Seperti dinyatakan-Nya melalui nabi Yesaya: “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku [Allah] tidak akan melupakan engkau.” Dan dalam Yesus, bayi yang dilahirkan malam ini, kita semua dapat berseru kepada Allah, “Ya Abba, ya Bapa!” dan kita semua menjadi saudara satu sama lain. Inilah yang mesti dibangun setiap orang beriman dalam persekutuan masing-masing. Demikianlah setiap orang dari persekutuan kristiani merupakan “kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah” (Ef 2:19).. [P. Bonifasius B. Simanullang, OFMCap]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.