Headlines News :
Home » » MINGGU BIASA III (Thn. C), 27 Januari 2013

MINGGU BIASA III (Thn. C), 27 Januari 2013

Written By Admin on Minggu, 27 Januari 2013 | 10.03

27 Januari 2013
MINGGU BIASA III (Thn. C)

MEWUJUDKAN MISI YESUS!
Neh 8:3-5a.6-7.9-11; 1Kor 12:12-30; Lk 1:1-4; 4:14-21

Ulasan Bacaan:

Misi Yesus dikisahkan dalam inti Injil hari ini yang pada dasarnya merupakan kutipan dari nubuat Yesaya (61:1-2): “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Dan paling penting diperhatikan ialah bahwa di depan para pendengar-Nya Yesus menegaskan bahwa nubuat itu telah terpenuhi dalam diri-Nya ketika Dia kini dan di sini. Peristiwa ini dikaitkan dengan pembacaan hukum Taurat di hadapan jemaat yang kembali dari pembuangan di Babel oleh imam dan ahli taurat Ezra. Ketika itu umat menyambut pembacaan itu dengan amat antusias karena hukum Taurat itu merupakan tanda penyelamatan dari Tuhan. Demikian sekarang penyelamatan Allah nyata dalam diri Yesus yang merupakan pemenuhan dari nubuat para nabi Perjanjian Lama. Oleh karena itu umat pantas bergembira menyambut pewartaan Yesus karena penyelamatan kini telah nyata.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Misi Yesus dilanjutkan oleh Gereja; Gereja dalam artian umat Allah. Oleh karena itu kita semua, umat dan gembalanya, mesti menyatakan dalam hidup konkrit bahwa nubuat itu terpenuhi. Itu dinyatakan bukan hanya dalam pewartaan Sabda tetapi juga bahkan terutama dalam usaha-usaha sosial Gereja. Karena itu karya sosial bukan hanya tempelan bagi tugas Gereja tetapi berada di inti pelayanan Gereja itu sendiri. Gereja mesti menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, bukan dengan khotbah yang menenangkan mereka dalam kemiskinannya, melainkan dengan berusaha keras agar kemiskinan semakin dikikis dari tengah-tengah umat manusia. Gereja mesti memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan bukan dengan memanipulasi pengadilan melainkan mendidik orang untuk bertobat dan meninggalkan segala perbuatan yang mengharuskan orang meringkuk dalam penjara. Demikian Gereja menyadarkan umat agar sungguh-sungguh melihat situasinya yang kurang baik lalu dengan sadar mengusahakan sedaya mampu untuk memperbaiki situasi yang ada. [Pst. Bonifasius B. Simanullang OFMCap]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.