Headlines News :
Home » » Minggu Parpaskah II (Thn. C), 24 Februari 2013

Minggu Parpaskah II (Thn. C), 24 Februari 2013

Written By Admin on Minggu, 24 Februari 2013 | 09.37

24 Februari 2013
Minggu Parpaskah II (Thn. C)
BETAPA MENYENANGKAN DI TEMPAT INI
Kej 15:5-12.17-18; Flp 3:17 – 4:1; Lk 9:28b-36

Ulasan Bacaan:

Meskipun Musalah dikenal sebagai pendiri agama Yahwis (Yahudi), artinya agama yang ber-Tuhan-kan Yahweh, namun dasarnya sudah ditemukan dalam perjanjian yang diikat Tuhan dengan Abraham yang dikisahkan dalam bacaan pertama tadi. Memang kepada Abraham Allah belum pernah mewahyukan nama-Nya “Yahweh”, namun Dia (Yahweh itu; dalam Alkitab LAI diterjemahkan: TUHAN) telah menunjukkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub (Kel 6:2). Itu berarti Allah yang disembah Musa sebagai Yahweh itu sama dengan Allah yang disembah juga oleh Abraham, Ishak dan Yakub. Lalu di masa raja Ahab agama Yahwis hampir tergeser oleh agama-agama penyembah dewa-i kesuburan berkat pengaruh orang-orang asing di Israel. Tetapi berkat usaha dan kerja keras nabi Elia agama Yahwis ditegakkan kembali. Demikianlah kedua tokoh: Musa dan Elia sangat penting dalam sejarah bangsa Israel bersama Tuhan, Allah mereka. Karena itulah sangat masuk akal jika dalam penampakan kemuliaan Yesus di atas gunung yang tinggi itu kedua tokoh penting agama Yahwis ini kelihatan: Musa dan Elia. Artinya apa yang dibuat Yesus dan para pengikut-Nya merupakan lanjutan sah dari agama Yahwis.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Terkadang sisi “menarik” dari hidup beragama juga perlu ditonjolkan agar kita tidak putus asa dalam beriman kepada Tuhan. Tidak benarlah bahwa beriman itu selamanya dan di mana-mana berarti godaan dan cobaan. Seperti dialami oleh para murid yang ikut mengalami peristiwa pemuliaan Tuhan di gunung yang tinggi itu, demikian juga kita yang beriman kepada Tuhan sesekali akan mengalami juga masa-masa yang indah, suatu situasi yang sulit kita gambarkan. Ini merupakan jaminan bagi kita bahwa akhirnya kejayaan itu akan menjadi milik kita juga asal kita tekun dalam menghadapi segala seluk beluk hidup hari ini meskipun itu disertai dengan pelbagai macam kekalutan. Tentu saja tidak selamanya kita bisa menikmati suasana mempesonakan seperti itu karena, sebagaimana Yesus dengan para murid-Nya, kita mesti turun dari situasi indah itu kepada kenyataan hidup yang tidak selalu seindah penglihatan memukau itu. Namun dengan itu kita yakin bahwa kejayaan bukan mimpi belaka melainkan kenyataan yang kelak akan kita nikmati sebagaimana sekarang ini kita cicipi sepintas saja. Semoga! [P. Bonifasius Simanullang OFMCap]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.