Headlines News :
Home » » Api Melahap Beberapa Ruko di Kota Gunungsitoli

Api Melahap Beberapa Ruko di Kota Gunungsitoli

Written By Admin on Sabtu, 09 Maret 2013 | 11.30

Si Jago Merah Melahap Beberapa Ruko di Kota Gunungsitoli
(9/3/2013)
Dini hari tadi, 9/3/2013, sekira pukul 03.30 wib, warga Kota Gunungsitoli dibangunkan oleh kobaran api yang melahap beberapa Rumah Toko (Ruko) di seputaran Jl. Sirao, Kota Gunungsitoli.

Menurut informasi yang diperoleh Warkes, api muncul dari salah satu Ruko yang diduga akibat dari hubungan arus pendek. Beberapa warga menginformasikan bahwa sepanjang malam listrik tidak stabil.

"Sepanjang malam tadi, listrik sering mati-hidup. Sepertinya PLN tidak stabil. Barangkali ini yang memicu terjadinya korslet sehingga terjadi kebakaran ini", ungkap salah seorang warga Gunungsitoli yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sebagian warga melihat api muncul dari Toko Symphony. Api kemudian menjalar ke arah Vihara. Hingga berita ini diturunkan, sekitar delapan Ruko yang musnah dilahap si Jago Merah. Vihara sendiri masih sempat diselamatkan oleh penduduk setempat yang bahu-membahu menyiram dengan air.

Menurut pemantauan koresponden Warkes, hanya ada dua mobil pemadam kebakaran yang bergerak pada saat kejadian, yakni satu dari Pemkab Nias dan satu lagi dari Pemko Gunungsitoli. Keterbatasan sarana Fire Secure ini menjadi salah satu penyebab lambatnya upaya pemadaman api yang berkobar. Ketika air sudah habis dalam tengki, mobil fire secure pun mesti pergi lagi mengisi air. Pada saat itu, kobaran api terus menyebar. Si jago merah pun semakin menjadi-jadi karena beberapa Ruko menyimpan beberapa tabung gas dan bahan-bahan yang gampang terbakar, seperti barang-barang yg terbuat dari plastik, dsb.  Meskipun demikian, warga kota Gunungsitoli terlihat sibuk memadamkan api dengan air.

Di antara para warga Gunungsitoli tersebut, tampak Samson P. Zai SH. M.H, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Linmas Kabupaten Nias, turut bekerja bersama dengan warga Kota Gunungsitoli untuk memadamkan api.

"Meskipun ini masuk dalam wilayah Kotamadya dan saya bertugas di wilayah Kabupaten Nias, namun hati nurani saya mendorong saya untuk peduli terhadap masyarakat Kota Gunungsitoli yang sedang tertimpa bencana. Kalau berbicara soal hati nurani dan kemanusiaan, saya pikir kita tidak harus berpikir apakah ini terjadi di Kotamadya Gunungsitoli atau di Kabupaten Nias. Yang penting ialah apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan warga. Pembagian teritorial tersebut bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat. Karena itu, saya tidak mau berpikir soal teritorial. Yang saya pikirkan ialah masyarakat mesti mendapat pendampingan, entah dari Pemko Gunungsitoli ataupun dari Pemkab Nias", ujar Samson P. Zai, mantan Kabag Hukum Setda Kabupaten Nias ini.

Menurut pantauan Warkes, selain satu unit Fire Secure dari Pemko Gunungsitoli, tak satupun oknum dari Pemerintah Kota Gunungsitoli yang nampak di lokasi kejadian. Personil yang tampak di lokasi justeru dari Pemkab Nias. Personil dari Pemko Gunungsitoli baru mengunjukkan diri tatkala api sudah bisa dikendalikan. [wks/sbg/02]
Share this article :
 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.