Headlines News :
Home » » Keuskupan Sibolga Menyambut Kedatangan Para Mahasiswa

Keuskupan Sibolga Menyambut Kedatangan Para Mahasiswa

Written By Admin on Senin, 22 April 2013 | 21.04

Mahasiswa STKIP Santa Maria Sibolga menyampaikan
aspirasi kepada pihak Keuskupan Sibolga (22/4/2013)
Hari ini, 22/4/2013, sekitar dua ratus orang mahasiswa/i STKIP Santa Maria Sibolga mendatangi kantor Keuskupan Sibolga untuk menyampaikan aspirasi mereka sekaitan dengan belum dikeluarkannya izin operasional STKIP Santa Maria Sibolga oleh pemerintah.

Salah seorang orator dari kelompok mahasiswa yang menyebut diri Forum Mahasiswa Bersatu STKIP Santa Maria Sibolga ini mengatakan bahwa mereka merasa telah dibohongi selama empat tahun oleh pihak pengelola STKIP Santa Maria Sibolga.

"Kami sebagai mahasiswa/i telah melunasi segala kewajiban kami. Namun kami merasa dibohongi sebab selama empat tahun ini, STKIP Santa Maria belum memperoleh izin operasional. Hal ini berimplikasi pada masa depan kami", kata salah seorang orator dalam aksi itu.

Setelah beberapa saat menyampaikan orasi di depan kantor Keuskupan Sibolga, lima orang dari antara para mahasiswa tersebut diperkenankan masuk untuk bertemu dengan pihak Keuskupan Sibolga, yakni Pastor Blasius S. Yesse Pr Sekjend Keuskupan Sibolga.

Dalam pertemuan dengan delegasi mahasiswa STKIP Santa Maria tersebut, Pastor Blasius mengungkapkan bahwa Bapak Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Ludovicus Simanullang OFMCap, sedang menjalankan tugas pelayanan.

"Meskipun demikian, Bapak Uskup menyambut kedatangan para mahasiswa dengan tangan terbuka seraya menugaskan saya sebagai Sekretaris Jenderal Keuskupan Sibolga untuk menerima kedatangan para saudara/i semua", kata Pastor Blasius mengawali pembicaraan dengan kelima delagasi mahasiswa itu.

Dalam pernyataannya, Sekjend Keuskupan Sibolga ini mengungkapkan bahwa Keuskupan Sibolga sangat mengapresiasi kedatangan para mahasiswa/i STKIP Santa Maria Sibolga. Dikatakan bahwa unjuk rasa yang dilakukan oleh para mahasiswa/i ini merupakan salah satu bentuk penyampaian aspirasi dalam alam demokrasi. Karena itu ia pun menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa karena telah berani menyampaikan permasalahan yang terjadi di STKIP Santa Maria Sibolga.

Sekjend Keuskupan Pst. Blasius S. Yesse Pr saat menerima
delegasi mahasiswa/i STKIP Santa Maria Sibolga.
"Tentu semuanya itu didasarkan oleh rasa cinta para mahasiswa terhadap keberlangsungan STKIP Santa Maria. Kalau para mahasiswa tidak mencintai penyelenggaraan pendidikan di STKIP Santa Maria, tentulah para mahasiswa tidak mau melakukan hal ini. Namun karena didorong oleh rasa cinta dan rasa memiliki, maka para mahasiswa bersedia berletih lelah memperjuangkan yang terbaik untuk STKIP Santa Maria", ungkapnya mengapresiasi perjuangan para mahasiswa.

Lebih lanjut, Sekjend Keuskupan Sibolga ini mengungkapkan bahwa pada prinsipnya Keuskupan Sibolga senantiasa mendukung segala upaya dan karya yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat umum, tak terkecuali dalam hal pendidikan.

Akan tetapi perlu juga diketahui, katanya, bahwa Keuskupan Sibolga tidak dapat mengintervensi penyelenggaraan segala karya yang dilakukan oleh lembaga-lembaga yang sudah berbadan hukum, termasuk karya dalam bidang pendidikan, seperti yang diselenggarakan oleh suatu tarekat religius tertentu. Sebab masing-masing tarekat religius tersebut adalah otonom dan berbadan hukum.

"Meskipun demikian, kami dari pihak Keuskupan Sibolga, dapat merasakan kesulitan yang sedang dihadapi oleh para mahasiswa. Karena itu kami pun akan berupaya melakukan pendekatan kepada pihak Yayasan Santa Maria Berbelaskasih Sibolga untuk mendorong mereka agar permasalahan ini dapat segera mereka atasi. Dengan demikian kita berharap bahwa para mahasiswa pun tidak dirugikan", imbuh Pastor Blasius. [WKS/SBG/02]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.