Headlines News :
Home » » Hari Raya Pentakosta, 19 Mei 2013

Hari Raya Pentakosta, 19 Mei 2013

Written By Admin on Minggu, 19 Mei 2013 | 08.47

19 Mei 2013
Hari Raya Pentakosta

ROH AKAN MENGAJAR KAMU SEKALIAN
Kis 2:1-11; Rom 8:8-17; Yoh 14:15-16.23b-26

Ulasan Bacaan:

Selagi bersama murid-murid-Nya Yesus menjanjikan penolong bagi murid-murid itu, yaitu Roh kebenaran yang akan menyertai mereka sepanjang hidup mereka. Dia adalah Roh Tuhan sendiri yang memberi hidup kepada semua. Dia (Roh itu) yang akan mengajarkan segala hal yang telah disampaikan Yesus kepada mereka sehingga mereka bisa mengertinya. Peristiwa turunnya Roh Kudus itu atas para rasul, itulah yang dikisahkan dalam bacaan pertama. Hal yang amat penting diperhatikan di dalam peristiwa itu adalah kenyataan ini: mereka semua mengerti apa yang dikatakan para rasul itu kepada mereka. Meskipun mereka datang dari pelbagai pelosok dan dari kelompok bahasa yang berbeda, namun mereka semua mengerti perkataan para rasul itu. Di samping untuk menghidupkan, saling mengerti, itulah karunia Roh Kudus yang paling besar. Di saat orang saling mengerti, di situlah manusia dapat merasa dekat dan nyaman satu sama lain. Dan terutama Roh itulah yang mengajari kita berkata “Abba, ya Bapa” kepada Allah. Dengan itu kita semua menjadi saudara satu sama lain karena merupakan anak-anak dari satu Bapa.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Rasul Paulus mempertentangkan hidup dalam Roh dengan hidup dalam daging. Hidup dalam daging dimaksud segala perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Injil, seperti curang, korup, cabul, dsb. Sedangkan hidup dalam Roh adalah segala perbuatan yang terpuji: mengampuni, mengasihi, memelihara, dsb. Dengan kata lain, buah-buah Roh itu terutama nampak dalam hidup; hidup yang peduli dengan satu sama lain. Maka sebaiknya bahasa Roh juga dimaksud adalah bahasa yang menghidupkan dan menyegarkan di antara umat beriman. Pentekosta seharusnya menjadi cara hidup, bukan hanya sekedara perayaan liturgis di mana peristiwa turunnya Roh kudus atas para rasul dikenang. Menggunakan ungkapan-ungkapan dan bahasa-bahasa yang tak dimengerti dalam ibadat kiranya kurang bermakna, khususnya jika buah-buah Roh itu tidak nampak dalam hidup sehari-hari umat beriman. Dalam hidup yang konkrit itulah peran Penolong yang dijanjikan Tuhan itu sungguh perlu diwujud-nyatakan. Hanya jika demikian Pentekosta ini sungguh menjadi perayaan keselamatan bagi kita. [Pst. Bonifasius B. Simanullang OFMCap]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.