Headlines News :
Home » » HR Tritunggal Mahakudus, 26 Mei 2013

HR Tritunggal Mahakudus, 26 Mei 2013

Written By Admin on Minggu, 26 Mei 2013 | 08.51

26 Mei 2013
HR Tritunggal Mahakudus


TIGA PRIBADI SATU ALLAH YANG MENYELAMATKAN
Ams 8:22-31; Rom 5:1-5; Yoh 16:12-15


Ulasan Bacaan:

Dalam bacaan pertama Kebijaksanaan, yang digambarkan sebagai seorang pribadi, mengaku bahwa dia telah bersama Allah di saat penciptaan alam semesta ini. Kebijaksanaan itu melihat dirinya sebagai “anak kesayangan” yang menyenangkan hati bapanya, di saat bekerja mencipta segala sesuatu yang ada ini. Penginjil Yohanes memakai sekaligus mengembangkan gambaran diri Kebijaksanaan itu dalam menggambarkan pribadi Yesus dalam hubungan-Nya dengan Allah. Dia (Yesus) mengakui diri-Nya telah ada bersama Allah (hal itu sangat nyata dari pembukaan Injil Yohanes) dari kekal; sekaligus, dan inilah pengembangan dari lukisan kitab Amsal tadi, menyatakan bahwa Roh Kebenaran masih akan diutus untuk “memimpin” para murid Yesus berjalan dalam kebenaran. Dengan demikian Yesus kiranya berbicara tentang tiga pribadi atas satu Allah. Kelak dalam konsili-konsili sesudah zaman para rasul, apa yang dikatakan oleh penginjil Yohanes dirumuskan dengan istilah “Trinitas” atau “Tritunggal Mahakudus”. Jadi istilah “trinitas” atau “tritunggal” muncul sesudah zaman Perjanjian Baru, namun dasarnya sungguh ditemukan dalam tulisan-tulisan para rasul itu.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Pemikiran kristiani tentang Allah, sebagaimana bersumber dari Kitab Sucinya, Alkitab, sungguh dinamis dalam arti: Allah tetap aktif mengikuti sekaligus membimbing hidup dan perjalanan umat manusia. Pertama sekali Allah memperkenalkan diri dan nama-Nya kepada Musa justru dengan membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir. Dan begitulah selanjutnya Allah tetap mengikuti sekaligus menuntun umat sepanjang sejarah hidup mereka. Dan dari penyertaan itulah umat makin mengenal siapa Allah mereka, yang memperkenalkan diri sebagai Yahweh itu. Dalam diri Yesus dari Nazaret, Allah sungguh merendahkan diri dan menjadi sama dengan kita manusia supaya kita ditinggikan dan mengecap hidup ilahi. Karena itulah Yesus menjadi model sekaligus penuntun arah bagi kita dalam peziarahan menuju Allah Bapa. Agar kita mampu mewujudkan cita-cita luhur itu, Allah sendiri mencurahi kita Roh-Nya, yaitu Roh Kudus, yang mengajari dan menuntun kita sehingga kita semakin mengenal Allah berdasarkan tindakan dan perbuatan-Nya bagi kita. Demikian pemikiran kita tentang Allah tak bisa lepas dari “trinitas”. [Pst. Bonifasius B. Simanullang OFMCap]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.