Headlines News :
Home » » MINGGU PASKA 6 (Thn. C), 5 Mei 2013

MINGGU PASKA 6 (Thn. C), 5 Mei 2013

Written By Admin on Minggu, 05 Mei 2013 | 09.52

5 Mei 2013
MINGGU PASKA 6 (Thn. C)

ROH KUDUS MENUNTUN PERJALANAN GEREJA
Kis 15:1-2.22-29; Why 21:10-14.22-23; Yoh 14:23-29

Ulasan Bacaan:

Sepintas tema ketiga bacaan seolah-olah tidak ada hubungan satu sama lain. Tetapi pada dasarnya ketiganya disatukan oleh satu tema, yakni pembaruan yang dituntun oleh Roh Kudus. Dalam Injil Yesus menjanjikan penghibur kepada para rasul. Penghibur yang dimaksud adalah Roh Kudus. Tentu saja hiburan yang dimaksud di sini adalah pengenalan sejati akan kebenaran; jadi bukan penghiburan sebagaimana sekarang ini ditawarkan oleh dunia hiburan yang seluruhnya berkaitan dengan kesenangan. Hal itu terwujud dalam pertemuan para rasul di Yerusalem. Di saat ada keraguan atas hal tertentu, mereka dituntun oleh Roh Tuhan sendiri untuk memutuskan apa yang sebenarnya. Karena itulah para rasul itu berani berkata: “...adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami...” Lalu menyusul pedoman hidup praktis, yakni “sejauh perlu!” Itu berarti, yang mendasar harus dibuat dan diberlakukan untuk semua. Dan hal itulah yang mempersatukan seluruh Gereja entah di mana pun itu berada. Dalam tuntunan Roh Tuhan itulah Gereja bukan hanya melihat tetapi sekaligus mengusahakan agar terwujud “dunia baru”, bagaikan Yerusalem baru yang dikisahkan oleh Yohanes dalam bacaan kedua dari Kitab Wahyu.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Gereja sebagai persekutuan hidup beriman terkadang dibingungkan oleh hal-hal praktis yang seolah-olah memecahbelah kesatuan kita. Dalam hal ini kita perlu berpedoman kepada apa yang telah dibuat oleh Gereja Perdana. Di saat terjadi keraguan pada Jemaat di Antiokia apakah mereka harus mengikuti adat istiadat Yahudi atau tidak, para rasul mengadakan sidang untuk mencari apa kehendak Allah. Sidang berarti bicara bersama. Yang bersidang adalah para rasul; jadi pemegang otoritas. Tetapi pemegang otoritas sesungguhnya adalah Tuhan sendiri, yang selalu menuntun Gereja dengan Roh Kudus-Nya. Ini mesti disadari oleh seluruh anggota Gereja, baik para gembala atau pemimpinnya maupun oleh seluruh umat beriman: Pemimpin tidak menganggap bisikan Roh itu monopoli mereka belaka. Maka hendaknya mereka mau mendengar apa diharapkan umat. Dan umat beriman tetap taat kepada gembala Gereja sambil bersedia memberi koreksi yang membangun demi kebaikan seluruh tubuh, yakni persekutuan Gereja itu sendiri. Demikian gembala dan umat mesti berjalan bersama dalam tuntunan Roh yang sama. [Pst. Bonifasius Simanullang OFMCap]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.