Headlines News :
Home » » MINGGU BIASA 10 (Thn. C), 9 Juni 2013

MINGGU BIASA 10 (Thn. C), 9 Juni 2013

Written By Admin on Minggu, 09 Juni 2013 | 05.16

9 Juni 2013
MINGGU BIASA 10 (Thn. C)


JANGAN MENANGIS
1Raj 17:17-24; Gal 1:11-19; Lk 7:11-17

Ulasan Bacaan:

Sesekali pewartaan Yesus disertai dengan perbuatan-perbuatan ajaib seperti kita dengar hari ini: anak satu-satunya seorang janda dihidupkan kembali. Dengan demikian, sapaan Yesus, “Jangan menangis!” sungguh efektif, karena ternyata kata-kata itu bukan hiburan kosong belaka. Hal yang sama dialami oleh seorang janda di Sarfat yang telah menerima Elia, hamba Tuhan itu, dengan ramah di rumahnya. Semula janda itu merasa bahwa kehadiran Elia di rumahnya hanya membawa sengsara belaka demi mengingatkan dia akan dosa-dosanya. Bagi janda itu rasanya jauh lebih baik jika nabi Elia tak pernah dia jumpai dalam hidupnya. Karena ternyata suka cita yang dibawa oleh Elia hanya sebentar saja sifatnya: dia dikaruniai anak; tetapi anak itu cepat diambil dari padanya. Sama seperti janda dalam cerita Injil tadi, hatinya hancur luluh dirundung duka. Dalam situasi itu mereka digembirakan oleh kehadiran hamba Allah: janda di Sarfat oleh Elia; janda di Nain oleh Yesus sendiri: anak mereka dihidupkan kembali. Dan itu terjadi bukan karena usaha sang janda melainkan karena belas kasih dari Allah sendiri. Dalam diri para hamba-Nya, Allah sendirilah yang mendekati umat-Nya dan berkata: Jangan menangis!

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Manusia zaman sekarang pada dasarnya juga menangis. Menangis karena macam-macam kesesakan yang menimpa dirinya. Tidak jarang demi menghindari kesesakan itu, manusia lari kepada hiburan-hiburan yang sifatnya sementara saja dan hanya bersifat “bius” yang membuat manusia “mati rasa”. Hiburan sejati yang menghidupkan, sebagaimana dialami oleh janda di Nain dan di Sarfat itu, datang dari hamba Allah, khususnya dari Yesus yang menyapa setiap orang yang tersesak dengan: Jangan menangis! Memang mujizat yang dibuat Yesus sekarang ini tidak selalu senyata dulu sebagaimana diceritakan dalam Injil tadi. Namun jika kita menyerahkan diri kepada Yesus, yang saat ini diwartakan oleh Gereja kudus, maka hiburan yang kita terima adalah bersifat definitif dan sejati. Bisa saja memang kekalutan-kekalutan tertentu tetap menyertai perjalanan hidup kita. Dengan kata lain, hidup tidak menjadi lebih gampang, tetapi justru kita diberi daya tahan dan daya juang sampai bisa menaklukkan situasi terdesak yang kita hadapi sehingga kita semakin kuat melawan dan bertahan di terpaan bermacam-macam derita hidup. [RP. Bonifasius B. Simanullang OFMCap]
Share this article :
 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.