Headlines News :
Home » » MINGGU BIASA 12 (Thn. C), 23 Juni 2013

MINGGU BIASA 12 (Thn. C), 23 Juni 2013

Written By Admin on Minggu, 23 Juni 2013 | 05.26

23 Juni 2013
MINGGU BIASA 12 (Thn. C)


ENGKAULAH MESIAS DARI ALLAH
Za 12:10-11; Gal 3:26-29; Luk 9:18-24

Ulasan Bacaan:

Bacaan hari Minggu ini berbicara tentang identitas Yesus. Orang banyak memberi bermacam-macam gelar kepada Yesus, antara lain: Yohanes Pembaptis, Elia atau salah seorang nabi yang telah bangkit dan hidup kembali. Yesus lalu menantang para murid dan bertanya: Menurut kamu siapakah Aku ini? Jawab mereka: Mesias dari Allah! Yesus membenarkan jawaban mereka sambil melarang mereka menyebarkan nama itu. Sesudah itu menyusul pemberitahuan Yesus akan penderitaan yang harus Dia tanggung. Hal itu sejalan dengan bacaan pertama di mana dikisahkan duka yang sangat mendalam yang dialami Yerusalem atas pembunuhan seorang benar. Meskipun para penafsir sangat kesulitan dalam menafsirkan nats ini, penginjil Yohanes tidak ragu-ragu memakai kutipan ini sebagai petunjuk bagi Yesus yang tertikam di atas salib. Dia (Yesus)-lah Mesias. Tetapi bukan mesias seperti umum dimengerti oleh orang-orang Yahudi, yakni seorang tokoh politis yang akan membebaskan mereka dari penjajahan, melainkan mesias yang haru menderita demi orang lain. Karena itulah Yesus melarang para murid menyebarkan berita bahwa Dia adalah mesias.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Meskipun banyak orang tidak suka dan sedapat mungkin mengelakkannya, pada dasarnya penderitaan bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan rencana Allah terhadap umat manusia. Dengan kata lain, penderitaan tidaklah bertentangan dengan kasih Allah. Kita melihat dalam bacaan hari ini bahwa Allah sendirilah yang menyerahkan hamba-Nya, Yesus Kristus yang adalah Mesias dari Allah, untuk menderita. Dan itu sudah dinubuatkan para nabi, termasuk nabi Zakaria yang kita baca hari ini. Oleh karena itu harus kita mengerti juga, kepercayaan kepada Allah dalam nama Yesus tidak akan mengecualikan kita dari penderitaan. Tetapi justru penderitaan itu akan memurnikan motivasi kita mengikuti jalan Tuhan seperti perak dimurnikan dalam api. Kedewasaan iman justru diperoleh melalui macam-macam kekalutan yang berhasil dihadapi dengan tabah. Karena itu, kita sebagai orang Kristen, tidak takut menghadapi penderitaan melainkan menghadapinya sebagai sarana pendewasaan dalam iman. Mesias pun harus menderita untuk sampai kepada kemuliaan-Nya. [RP. Bonifasius B. Simanullang OFMCap]
Share this article :
 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.