Headlines News :
Home » » Jelang Pemilu 2014, Para Gembala Tidak Boleh Berpihak Kepada Satu Caleg

Jelang Pemilu 2014, Para Gembala Tidak Boleh Berpihak Kepada Satu Caleg

Written By Admin on Selasa, 16 Juli 2013 | 13.04

Mgr. Ludovicus Simanullang OFMCap
Pada Seminar Pastoral Politik Dekanat Tapanuli (16/7)
Saya yakin setelah Sinode Keuskupan yang pertama tahun 2009, yang telah kita ikuti, tidak ada lagi di antara kita yang hadir di sini yang mengatakan bahwa orang katolik tidak boleh berpolitik. Saya yakin di antara kita tidak ada lagi yang berprinsip demikian. Apalagi setelah sinode atau ketika sinode, kita sudah hasilkan satu program yang harus kita jalankan yaitu Pengembangan Pastoral Politik. Itu sudah kita tetapkan dan itu kita lihat di buku Rencana Strategis Pastoral Keuskupan Sibolga sampai tahun 2014.

Hal itu dikatakan oleh Mgr. Ludovicus Simanullang OFMCap, Uskup Keuskupan Sibolga, kepada seluruh peserta seminar Pastoral Politik Dekanat Tapanuli yang digelar di Pusat Bina Iman St. Antonius Mela, Selasa (16/7).

Dikatakan bahwa seminar ini bukan hanya semata-mata untuk menghadapi Pemilu 2014 tetapi merupakan bagian dari pelaksanaan program Sinode I Keuskupan Sibolga tahun 2009.

"Bukan hanya untuk masa Pemilu menjelang 2014 ini kita berkumpul. Tetapi ini adalah bagian dari pengembangan pastoral politik atau program yang telah kita sepakati dalam Sinode. Karena kita tahu bahwa pengertian, pemahaman akan politik ini masih sangat dangkal. Karena itu satu sikap batin sangat perlu seperti dikatakan Yesus dalam injil, mungkin bisa diterapkan di sini, di mana hartamu ada di situ hatimu. Apakah kita melihat politik ini penting sebagai harta berharga yang perlu kita urusi atau tidak? Saya yakin kita melihatnya sebagai sesuatu yang penting", katanya.

Sehubungan dengan Pemilu 2014 yang akan datang, Mgr. Ludovicus juga menyampaikan harapannya agar Pertemuan Pastoral Politik yang dikoordinir oleh pengurus Dekanat Tapanuli ini dapat memberikan sumbangsih bagi seluruh umat dan masyarakat sehingga mereka memiliki satu pegangan dan sikap yang benar dan tepat dalam mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2014. Karena itu menurut dia, umat dan masyarakat perlu memperoleh pembinaan dalam hal politik.

"Pertama membina umat kita dan masyarakat yang bisa kita pengaruhi untuk menjadi pemilih yang cerdas. Ya, kita tahu pemilih yang cerdas ialah orang yang memakai hak pilihnya, bukan golput, tidak memilih. Lalu yang kedua, orang yang tidak mau money politics, tidak mau politik uang. Jadi bukan karena uang dia memilih seseorang. Lalu yang ketiga, memilih caleg yang mengutamakan kebaikan umum, kesejahteraan umum, sesuai dengan pandangan Gereja kita, Bonum Communae. Oleh karena itu kita perlu mendidik masyarakat kita, umat kita untuk memperjuangkan hak pilihnya", ujarnya.

Peserta Seminar Pastoral Politik Dekanat Tapanuli
Dia juga mengingatkan para calon legislatif (Caleg) yang hadir dalam seminar itu tentang netralitas hirarki Gereja dalam politik praktis.

"Untuk para caleg kami, saya yakin anda semua sudah mengerti prinsip para gembala. Para gembala tidak boleh berpihak kepada satu orang saja. Tetapi selalu memang membantu masyarakat supaya mengenal caleg yang baik, lalu juga tentu berusaha memberikan kesempatan bagi mereka untuk memperkenalkan diri supaya para caleg itu dikenal dengan baik", jelasnya.

Akhirnya dikatakan bahwa Pengembangan Pastoral Politik tidak cukup hanya pada seminar ini atau pada beberapa seminar, tapi itu perlu berlanjut terus-menerus. Karena itu ia berharap agar kegiatan pengembangan pastoral politik tetap dilaksanakan supaya umat katolik sungguh mengerti peranannya dalam politik sesuai dengan Ajaran Sosial Gereja. [WKS/SBG/01]
Share this article :
 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.