Headlines News :
Home » » MINGGU BIASA 14 (Thn. C), 7 Juli 2013

MINGGU BIASA 14 (Thn. C), 7 Juli 2013

Written By Admin on Minggu, 07 Juli 2013 | 09.13

7 Juli 2013
MINGGU BIASA 14 (Thn. C)


Jalan keselamatan itu adalah Salib
Yes 66:10-14c; Gal 6:14-18; Luk 10:1-12.17-20

Ulasan Bacaan:

Di saat murid-murid Yesus kembali dari tugas perutusan mereka, dengan bangga para murid itu melaporkan keberhasilan mereka dalam karya kerasulan itu. Dengan tegas Yesus mencela sikap mereka karena bisa mengarah kepada kesombongan. Keberhasilan itu bukanlah prestasi mereka melainkan karya Allah sendiri yang sudah dari dulu dinubuatkan oleh para nabi, seperti kita dengar dalam bacaan pertama. Keberhasilan, yang meskipun sering sekali diperoleh harus dengan perjuangan besar, bukan pertama-tama merupakan prestasi melainkan pemenuhan janji Allah yang harus disyukuri. Itu berarti, para murid tidak pantas membanggakan prestasi melainkan –kalau harus berbangga– kebaikan Tuhan yang telah mencatat mereka dalam daftar orang-orang yang diselamatkan. Karena itulah juga dalam suratnya kepada jemaat di Galatia yang kita dengar dibacakan tadi rasul Paulus berkata, “Aku tidak mau bermegah selain dalam salib Tuhan Yesus Kristus...” Sebab justru dalam salib itulah Paulus menemukan karya Allah yang paling besar: karya keselamatan! Salib jelas-jelas bukan prestasi manusia melainkan karya Allah sendiri yang telah mengurbankan Anak-Nya sendiri demi tebusan nyawa sekalian umat manusia.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Allah adalah setia pada janji-Nya. Dahulu, dengan perantaraan para nabi, Allah menyampaikan janji keselamatan-Nya kepada umat manusia. Dalam diri Yesus janji itu dipenuhi, yakni dengan menyerahkan Yesus untuk disalibkan. Rupanya jalan yang dipilih Allah untuk menyelamatkan kita adalah jalan salib, bukan kesenangan dan pesta pora. Sejak saat itu, salib, yang semula adalah tanda kehinaan, berubah menjadi tanda keselamatan. Itu sebabnya siapa saja yang memandang salib itu dengan iman mendapat pembebasan dan keselamatan. Karena itulah, bagi orang yang beriman kepada Yesus, tidak ada alasan berputus asa. Penderitaan dan kesulitan-kesulitan yang ditemukan dalam hidup tidak lagi dilihat sebagai tanda penolakan dari Tuhan Allah melainkan merupakan bagian utuh dari hidup yang harus dihadapi dengan tabah. Justru dalam sikap seperti itulah kita mempersatukan diri dengan Kristus yang dengan rela menerima salib itu dari Bapa. Dalam sikap itulah rasul Paulus dengan tegas berkata: “Aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Gal 2:20). [RP. Bonifasius B. Simanullang OFMCap]
Share this article :
 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.