Headlines News :
Home » » MINGGU BIASA 16 (Thn. C), 21 Juli 2013

MINGGU BIASA 16 (Thn. C), 21 Juli 2013

Written By Admin on Minggu, 21 Juli 2013 | 09.26

21 Juli 2013
MINGGU BIASA 16 (Thn. C)


ORA ET LABORA
Kej 18:1-10a; Kol 1:24-28; Luk 10:38-42

Ulasan Bacaan:
Bacaan Injil yang kita dengar hari ini sering dipakai oleh para guru agama untuk menerangkan betapa pentingnya doa dan kerja dalam hidup kita. Marta dianggap sebagai wakil dari mereka yang sibuk bekerja sedangkan Maria sebagai wakil dari mereka yang sedang berdoa, mendengar bisikan Roh Allah dalam dirinya. Bahkan karena Yesus berkata bahwa Maria telah mengambil bagian yang terbaik, sering diartikan bahwa doa lebih utama dari pada kerja. Namun kalau bacaan Injil ini dipadukan dengan bacaan pertama, harus dikatakan bahwa doa tidak harus dianggap lebih utama dari pada kerja. Bacaan pertama nyata-nyata menggambarkan betapa usaha dan keramah-tamahan Abraham menyambut ketiga tamu istimewanya itu (berarti dia dan keluarganya sibuk bekerja!) diganjari dengan rahmat besar: janji untuk memperoleh anak; yang justru adalah kerinduan mereka terdalam. Dengan kata lain, di dalam kesibukan dan kerja mereka (keluarga Abraham) itu mereka menunjukkan ketaqwaannya kepada Allah. Dan justru karena itulah mereka diganjari dengan janji karunia besar itu: mereka yang sudah tua dan disebut mandul ternyata akan memperoleh anak di masa tuanya itu.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Ora et labora (bekerja dan berdoa) menjadi semboyan kaum beriman. Keduanya perlu dibuat secara seimbang; tak satu pun di antaranya boleh dilalaikan. Bisa saja tentu ada saat-saat di mana kita lebih mengutamakan yang satu di atas yang lain. Tetapi sebagai pedoman umum: keduanya mesti seimbang. Dengan berdoa saja kita tidak akan memperoleh rezeki dari surga. Tetapi dengan bekerja saja juga kesejahteraan hidup kita tidak akan terjamin. Kita sendiri dapat melihat bahwa kekayaan saja tak bisa didasarkan pada giatnya bekerja saja. Ada orang yang bekerja mati-matian tetapi tidak kaya juga. Sebaliknya nampaknya orang berusaha biasa-biasa saja tetapi pelan-pelan hartanya makin menumpuk. Rupanya ada faktor x yang tak bisa kita terangkan dengan akal. Itu merupakan rahasia hidup. Belum lagi kita katakan, kesejahteraan hidup sama sekali tidak  tergantung pada melimpahnya harta. Karena itulah doa kita butuhkan. Doa (tentu doa yang benar dan tulus) menjamin bahwa hidup sejahtera kita tidak diukur dengan tersedianya fasilitas dan uang ekonomi secara melimpah, melainkan hidup yang dipusatkan pada Allah. Amin! [RP. Bonifasius B. Simanullang OFMCap]
Share this article :
 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.