Headlines News :
Home » » MINGGU BIASA 17 (Thn. C), 28 Juli 2013

MINGGU BIASA 17 (Thn. C), 28 Juli 2013

Written By Admin on Sabtu, 27 Juli 2013 | 20.03

28 Juli 2013
MINGGU BIASA 17 (Thn. C)


Berdoa – Kemurahan Hati Allah!
Kej 18:20-32; Kol 2:12-14; Luk 11:1-13

Ulasan Bacaan:

Bacaan pertama hari Minggu ini merupakan salah satu (contoh) doa syafaat yang sangat bagus: Abraham memohonkan belas kasihan bagi penduduk Sodom dan Gomora yang kena murka Allah. Meskipun kedua kota itu akhirnya dimusnahkan, tetapi sebenarnya doa Abraham dikabulkan oleh Allah. Hal yang sama ditegaskan oleh Yesus: “Jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” Yesus menjamin bahwa Allah Bapa pasti mengabulkan permohonan orang yang memohon kepada-Nya dalam doa yang khusyuk dan tulus. Karena itu dalam doa yang diajarkan Yesus kepada para murid-Nya, yakni doa Bapa Kami, yang telah menjadi doa kita yang utama juga, tidak terbaca adanya kecemasan sehingga doa mendesak seperti doa Abraham. Doa lebih-lebih didasari atas pengakuan akan kemahakuasaan Allah sekaligus kemurahan hati-Nya kepada segenap ciptaan-Nya. Berdasarkan pengakuan ini si pendoa memasrahkan diri kepada Allah sekaligus bertekad membuat sesuatu yang kira-kira sejajar dengan kasih Allah itu.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Satu dua pedoman dalam hal berdoa diberikan kepada kita oleh bacaan hari Minggu ini. Pertama-tama bahwa doa menuntut sesuatu dari kita. Hal itu nampak dalam doa Abraham: sesuai dengan permohonan Abraham perlu ada orang benar di Sodom dan Gomora agar kota itu tidak jadi dimusnahkan. Pada dasarnya doa Abraham dikabulkan oleh Allah tetapi karena tak satu orang benar pun ditemukan di kedua kota itu, maka kedua kota dihancurkan. Hal yang sama nampak dalam doa yang diajarkan Yesus. Pengampunan Allah diminta atas dasar kerelaan mengampuni orang yang bersalah terhadap kita. Jadi doa kita menuntut juga suatu usaha dari kita, agar doa menjadi efektif. Kemudian ditunjukkan juga bahwa kita tak perlu ragu akan kemurahan Allah. Dalam bacaan pertama hal itu ditunjukkan dengan memberi keleluasaan Abraham berulang-ulang memohon kepada Allah. Sedangkan dalam bacaan Injil hal itu ditegaskan Yesus dengan membandingkan perlakuan bapa-bapa di dunia ini terhadap anak-anak mereka: semua memberi yang terbaik. Bukankah Allah melebihi kebaikan bapa-bapa dunia ini? [ RP. Bonifasius B. Simanullang OFMCap]
Share this article :
 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.