Headlines News :
Home » » HR SP Maria Diangkat ke Surga; 11 Agustus 2013

HR SP Maria Diangkat ke Surga; 11 Agustus 2013

Written By Admin on Sabtu, 10 Agustus 2013 | 22.16

11 Agustus 2013
HR SP MARIA DIANGKAT KE SURGA


JADILAH KEHENDAKMU YA ALLAH
Why 11:19a;12:1.3-6a.10ab; 1Kor 15:20-26; Luk 1:39-56

Ulasan Bacaan:

Penglihatan Yohanes dalam bacaan pertama mau tidak mau mengingatkan kita kepada hukuman yang dijatuhkan Allah kepada ular yang membuat Adam dan Hawa jatuh dalam dosa: “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunan-nya” (Kej 3:15), dengan kekalahan di pihak si penggoda. Si perempuan, yang tentu saja tidak bisa tidak kita berpikir tentang SP Maria, berselubungkan matahari dan bermahkotakan dua belas bintang, yang menunjuk kepada dua belas suku Israel. Sedangkan lawannya digambarkan sebagai naga merah padam. Lambang-lambang perlu diperhatikan: warna merah padam, memang mengerikan tetapi menuju kehancuran; kepala tujuh tanduk sepuluh: meskipun binatang ini kuat (kepala tujuh; tujuh adalah bilangan sempurna) tetapi kekuatannya itu terbatas (tanduk adalah lambang kekuatan; dan angka sepuluh, meskipun lebih besar dari tujuh, tetapi itu menunjuk kepada keterbatasan). Bacaan Injil menggambarkan bagaimana SP Maria dipilih Allah melalui pemberitahuan malaikat Gabriel menjadi Hawa baru yang akan melahirkan Sang Juruselamat. “YA” Maria membuat rencana Allah untuk menyelamatkan umat manusia terpenuhi.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Yang terutama perlu kita teladani dari bunda Maria adalah ketaatannya kepada Allah: “Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu!” Maria sama sekali tidak memikirkan harga diri atau pamrih pribadinya tetapi kehendak Allah yang mau mengutus Putera-Nya sebagai Juruselamat melalui dirinya. Meskipun segalanya ini masih merupakan rahasia besar untuk dia (Maria), dia tetap berani berkata: “Jadilah kehendak-Mu, ya Allah!” Bukankah sikap seperti inilah yang telah hilang dari diri kita masing-masing sehingga kita jatuh dalam perbuatan-perbuatan tercela? Sekiranya kita semua selalu mengutamakan kehendak Allah dalam setiap tingkah laku kita, mungkinkah kita berbuat yang tak terpuji? Memeras sesama akan kita hentikan jika kita tanya lebih dahulu apakah itu dikehendaki Allah. Korupsi akan kita jauhkan jika kita ingat akan Allah yang akan minta pertanggung jawaban dari setiap tindakan kita kelak. Pendeknya, segala perbuatan jahat akan lenyap dari hidup kita sehari-hari apabila kita semua tanpa kecuali bersikap seperti Maria: taat kepada kehendak Allah. [RP. Bonifasius B. Simanullang OFMCap]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.