Headlines News :
Home » » MINGGU BIASA 21 (Thn. C), 25 Agustus 2013

MINGGU BIASA 21 (Thn. C), 25 Agustus 2013

Written By Admin on Minggu, 25 Agustus 2013 | 09.36

25 Agustus 2013
MINGGU BIASA 21 (Thn. C)

MASUK MELALUI PINTU YANG SEMPIT
Yes 66:18-21; Ibr 12:5-7; Luk 13:22-30


Ulasan Bacaan:

Melalui nubuat Yesaya yang kita dengar dalam bacaan pertama kita tahu bahwa pintu sempit yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan-Nya dalam Injil terbuka untuk segala bangsa. Di sinilah unsur perjuangannya: pintu sempit, tetapi terbuka untuk segala bangsa. Kriteria diizinkan masuk atau tidak bukan soal etnis dan suku bangsa melainkan soal berkenan kepada Allah atau tidak. Sebagaimana bait Allah yang dibangun secara baru di Yerusalem sesudah pembuangan di Babel berlalu terbuka bagi segala bangsa, demikian juga Kerajaan Allah terbuka kepada semua orang yang berkenan kepada Allah. Pintunya memang sempit karena itu, seperti diumpamakan rasul Paulus, orang harus berusaha bahkan berjuang masuk melalui pintu sempit itu. Pintu sempit berarti dibutuhkan usaha dan perjuangan. Jadi, bukan gampang begitu saja. Penegasan ini melawan anggapan bahwa hanya bangsa atau golongan tertentu saja yang akan diizinkan masuk ke dalam Kerajaan Allah itu. Masalahnya bukan soal bangsa melainkan hidup yang berpadanan dengan Kerajaan Allah itu. Orang Israel sendiri pun diselamatkan bukan karena dia orang Israel melainkan karena jalan hidupnya yang sepadan dengan kehendak Allah.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang:

Beragama, yang cukup dibuktikan dengan kartu identitas diri: KTP atau surat baptis atau sejenisnya, tidak menjamin hidup di akhirat. Keselamatan tidak diperoleh dengan memegang kartu identitas tertentu melainkan dengan menempuh cara hidup tertentu, yakni hidup yang berkenan kepada Allah. Maka, apa yang disebut sebagai Kristen atau Katolik KTP, tidak akan memberi jaminan apa-apa bagi keselamatan jiwa di hari pengadilan kelak. Surat baptis hanya berlaku di dunia ini. Di surga surat itu tidak berarti apa-apa lagi. Itulah arti ungkapan Yesus: masuklah melalui pintu yang sempit itu! Mengapa dikatakan sempit? Karena memang tidak gampang dimasuki. Kita lebih gampang ikut arus, melakukan apa yang dilakukan orang lain, dari pada bertahan sendirian dalam kebaikan. Di saat semua orang korupsi, betapa sulitnya untuk bertahan bersih dan mencukupkan diri dengan pendapatan resmi kita saja. Tetapi pada dasarnya, kata Yesus, hanya dengan demikian kita memperoleh hidup yang kekal. Karena itu, bagi siapa saja yang berjuang dengan gigih, pintu sempit itu tetap terbuka untuk dilalui. Semoga! [RP. Bonifasius B. Simanullang OFMCap]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.