Headlines News :
Home » » Nukilan Perjalanan Hidup Pastor Tarsisius Tambunan OFMCap

Nukilan Perjalanan Hidup Pastor Tarsisius Tambunan OFMCap

Written By Admin on Rabu, 11 September 2013 | 00.16

Tanggal 4 September 1969 di Sijungkang, Barus-Tapanuli Tengah, lahirlah buah pertama cinta Bapak Pargan Pius Tambunan dan Ibu Remsiana (boru) Matondang – seorang anak lelaki yang diberi nama Jerun Pelinus. Seiring waktu si mungil bertumbuh sehat dan masuk sekolah di SDN No.153048 di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah dari tahun 1977 – 1983.

Rupanya dalam hati kecil si kecil ini tersemai bibit panggilan untuk menjadi pelayan Tuhan. Dengan keinginan yang kuat dan dukungan keluarga, anak pertama dari tujuh (7) bersaudara ini (4 laki-laki + 3 perempuan) melanjutkan sekolah di SMP Fatima Sibolga dan tinggal di Asrama Santo Fransiskus yang waktu itu juga disebut Pra-Seminari. Setamat SMP tahun 1986 Jerun Pelinus tidak puas dengan predikat anak pra-seminari saja. Dia memilih melanjut ke Seminari Menengah Christus Sacerdos di Pematangsiantar walupun harus mejalani kelas Probatorium (setahun percobaan sebelum masuk kelas I SMA Seminari). Tahun 1990 anak muda berambut keriting ini menyelesaikan pendidikan SMA dan kemudian melanjut satu tahun lagi ke kelas Rethorica (setara Postulat).

Selesai Rethorica, Jerun Pelinus diterima sebagai novis dalam Ordo Kapusin Regio (Provinsi) Sibolga. Masa Novisiat ini ia jalani di Parapat mulai tanggal 27 Juli 1991 dengan mengenakan jubah novis kapusin dan memilih nama baru: Frater Tarsisius. Ia yakin dengan langkahnya sehingga akhirnya ia berani memohon dan diterima untuk mengucapkan kaul perdana tanggal 2 Agustus1992.

Masa Novisiat yang indah itu berlalu dan Frater Tarsis memulai pendidikan akademisnya untuk menjadi seorang imam tahun 1992 di STFT Santo Yohanes Pematangsiantar. Studinya berjalan lancar. Hanya saja pada tahun 1996 dia menderita suatu penyakit yang memaksanya berhenti studi sementara. Syukurlah Frater Tarsis sembuh dan Februari 1997 dia kembali ke STFT untuk menyusun skripsi. Selesai Skripsi Frater ini menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Paroki Tarutungbolak tahun 1997/1998. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya selama dua tahun lagi di Pematangsiantar. Sementara itu, ia mengikrarkan kaul kekal dalam Ordo Kapusin Propinsi Sibolga tanggal 21 Agustus 1999. Lalu tanggal 2 Juli 2000 ia menerima tahbisan Diakon dan masa Diakonatnya ia jalani di Paroki Tögizita, Nias Tengah. Dan tanggal 8 Desember 2000 Diakon Tarsis ditahbiskan menjadi imam oleh Mgr. Anicetus B. Sinaga OFMCap di Gereja Santa Maria Bunda, Padangsidimpuan.

Pastor Tarsisius Tambunan mengawali tugas penggembalaannya sebagai pastor pembantu di Paroki Tögizita, Nias Tengah. Tidak lama kemudian beliau pindah tugas ke Paroki Telukdalam, dan dari September 2003 – April 2004 merangkap tugas sebagai Pelaksana Harian Paroki Santo Matias Amandraya.

Mei 2004 Pastor Tarsis menjadi Pastor Paroki di Paroki Santo Hilarius Tarutungbolak. Tugas ini berakhir tanggal 31 Maret 2010 karena Provinsial Ordo Kapusin Propinsi Sibolga membutuhkan tenaganya sebagai Magister di Postulat Kapusin Mela. Namun tugas ini dijalaninya hanya selama 2½ tahun. Keuskupan sangat membutuhkan tenaganya untuk Paroki Santo Mikael Tumbajae. Ia memulai tugas baru ini pada September 2012. Dan Selain tugas-tugas tersebut di atas, Pastor Tarsis juga pernah mengemban tugas sebagai Sekretaris Dekanat Tapanuli (11 Juni 2010 – 11 Juni 2013), dan banyak tugas tambahan lainnya.

Pastor Tarsis lahir dari keluarga yang beriman teguh dan terbuka akan panggilan khusus dari Allah. Terbukti, selain Pastor Tarsis, si bungsu dari keluarga ini juga terpanggil menjadi seorang suster: Sr. Sabina, FCJM. Tarsis sendiri adalah seorang saudara dan pastor yang baik, tenaga pastoral yang handal. Ia sungguh memberi hati dalam menjalankan tugasnya dan senantiasa patuh pada pimpinan.

“Biasanya, sebelum tidur, Pastor Tarsis membunyikan suling. Tetapi Senin malam, tanggal 9 September 2013, suling itu tidak terdengar lagi” demikian cerita Sr. Colet, OSF. Tidak ada yang menyangka itu pertanda buruk. Selasa pagi, 10 September 2013 ketika para saudara sekomunitasnya dan masyarakat sekitar bangun ceria menyambut indahnya hari baru, Pastor Tarsis – walau terasa bagai petir menyambar di siang bolong – melanjutkan tidur panjangnya, tetapi untuk bangun dan memulai hari barunya yang terindah bersama Allah Bapa yang ia imani, ia abdi, ia muliakan dan ia dambakan selama hidupnya di dunia.

Selamat jalan Sdr. Tarsis. Kami berdoa untukmu dan kami yakin bahwa engkau juga berdoa untuk kami yang masih dalam peziarahan ini. [Hezekiel Manaö]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.