Headlines News :
Home » » Pastor Adifeti Telaumbanua Meninggal, Gereja Keuskupan Sibolga Berduka

Pastor Adifeti Telaumbanua Meninggal, Gereja Keuskupan Sibolga Berduka

Written By Admin on Jumat, 06 September 2013 | 09.20

RD. Adifeti Telaumbanua.-
(Foto diambil dari FB Elisabet Adhe Ellisa)
Gereja Keuskupan Sibolga sedang berduka karena salah seorang imam diosesannya, Pastor Adifeti Telaumbanua meninggal dunia pada hari Kamis (5/9/2013) di Sumba. Menurut keterangan yang berhasil diperoleh Warta Keuskupan Sibolga (WARKES) pagi ini (6/9/2013) dari Pastor Blasius Yesse, Sekretaris Jenderal Keuskupan Sibolga, pastor kelahiran Nias ini sedang berlibur di Sumba.

"Kemarin dia (RD. Adifeti, Red.-) bersama dengan salah satu komunitas suster SCMM di Sumba pergi rekreasi ke pantai dan berenang di laut. Saat sedang berenang itu, dia terlihat megap-megap. Para suster mencoba menyelamatkan dia dan melarikannya ke rumah sakit (RS) terdekat. Di tengah perjalanan menuju RS, dia menghembuskan nafas terakhir", jelas Pastor Blasius.

Blasius juga menjelaskan bahwa hari ini jenazah akan diberangkatkan dengan pesawat dari Sumba menuju Denpasar dan selanjutnya ke Medan. Diperkirakan jenazah akan tiba di Medan sekitar pukul 18.00 Wib, sore ini.Di Medan, satu unit mobil ambulance telah disiapkan untuk segera menghantar jenazah menuju Sibolga. Besok pagi (7/9/2013) jenazah diharapkan akan tiba di Sibolga dan disemayamkan di Pusat Bina Iman (PBI) St. Antonius Mela.

"Sebenarnya direncanakan bahwa jenazah Pastor Adifeti langsung dibawa ke Gunungsitoli, Pulau Nias untuk dimakamkan di sana. Namun karena transportasi laut pada hari Sabtu tidak ada dari Sibolga menuju Gunungsitoli, maka akhirnya diputuskan bahwa jenazah almarhum di semayamkan di PBI St. Antonius Mela dan akan dikebumikan pada hari Minggu sore (8/9/2013) di Aektolang", imbuhnya.

Sekretaris Jenderal Keuskupan Sibolga ini juga mengatakan bahwa peristiwa duka ini telah diinformasikan kepada keluarga almarhum di Nias. Ibu beserta sanak saudaranya telah berada di Pastoran Santa Maria Gunungsitoli. Mereka tidak bisa segera berangkat ke Sibolga sebab pada bulan-bulan terakhir ini kapal Fery yang berlayar menghubungkan daratan Tapanuli dan Kepulauan Nias tinggal satu. Karena itu keluarga almarhum baru bisa berangkat dari Gunungsitoli pada hari Sabtu malam dan tiba di Sibolga pada hari Minggu pagi. [ Frans R. Zai OFMCap]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.