Headlines News :
Home » » Pegang Tanganku Tuhan, Jangan Lepaskan

Pegang Tanganku Tuhan, Jangan Lepaskan

Written By Admin on Selasa, 17 September 2013 | 18.21

Ibu Dolly (tengah) bersama putrinya.
Mengenal Ibu Erli membuatku semakin kagum pada sosok beliau. Rasa kekaguman ini membuat aku ingin seperti dia. Seorang dokter yang sederhana dalam penampilan dan pekerja keras. Sebagai seorang pegawai negeri , pagi pagi sekali Ibu ini sudah berangkat ke tempat kerja. Profesi sebagai seorang dokter gigi membuat dia banyak menerima pasien diluar dari kedinasannya. Sehingga ia harus bekerja membuka praktek di rumah mulai dari jam 5 sore sampai jam 9 malam.

Namun dari begitu padat pekerjaannya, beliau tidak melupakan kewajibannya sebagai Ibu rumah tangga. Tanpa pembantu rumah tangga, semua pekerjaan rumah, ia sendiri yang mengerjakan. Bersyukur juga, karena ia memeliki suami yang mengerti dan peduli pada aktivitas nya diluar jam kerjanya. Suami yang mendukung walau beda agama , sering mengantar kemana saja jika diminta. Rasa syukur dari nikmat yang diberikan Tuhan pada keluarganya , Ia bagikan ke Gereja. Bukan saja secara materi tetapi juga dengan tenaga yang ia mampu perbuat.

Sering pergi bersama dia, membuatku bukan merasa tua tetapi satu karunia karena kuperoleh pengalaman hidup yang tidak dapat kubeli dengan uang sekalipun. Beliau membuatku melupakan beban hidup yang berat, mengisi waktuku yang lowong buat kegiatan kegiatan gereja. Dari beliau juga aku aktif dan bergabung pertama kalinya dengan Legio Mariae. Puji Tuhan tadinya aku sendiri hanya menghormati ajakannya untuk datang Legio, Tidak terlintas sama sekali bisa sampai akhirnya menjadi Legioner.

Tuhan menunjukkan sesuatu yang baru buatku, berada 2 tahun dipsp tanpa teman dan selalu berdiam dirumah mengurus anak anak dan bekerja. Tidak mengenal hidup bersosialisasi, dengan tetangga sekalipun, jenuh tapi berusaha mengisi hari dengan satu hal dan memegang prinsip: tidak mengusili orang agar tidak diusili orang juga. Kenyataan sekarang aku semakin menikmati hidup yang Tuhan berikan, dengan caranya yang maha dahsyat aku dapat melupakan masa lalu dan belajar menerima segala sesuatu apa adanya dan memberi segala sesuatu dengan apa adanya juga. Kini tanpa disadari dan dimengerti ternyata banyak hal bisa disumbangkan untuk perbuatan perbuatan baik.

Persoalan-persoalan hidup yang keras dan rumit, yang kurasakan aku tidak mampu bisa jalani seorang diri. Awal hari berdoa, malam menjelang tidur bersyukur selalu, membuat diriku yakin percaya ada tangan Tuhan yang selalu menopang bebanku. Menutupi semua kebutuhanku dan membelaku disaat aku tahu kesalahanku.

Tidak terasa anak-anak yang kumiliki bertumbuh semakin besar dan dewasa. Banyak masalah yang sebenarnya bukan masalah besar, namun butuh sabar dan bijaksana menghadapi segala situasi mereka dan kebutuhan mereka. Menangis sendiri di dalam kamar, mengaduh pada Bunda Maria , menumpahkan semua dengan air mata, dan hanya aku dan Tuhan yang tahu. Setiap periode dalam hidupku, begitu berarti dan berharga di depan mata Tuhan. Hingga kuminta: "Tuhan, pegang tanganku jangan lepaskan". [Agnes Dolly Tuerah]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.