Headlines News :
Home » » MINGGU BIASA 27 (Thn. C), 6 Oktober 2013

MINGGU BIASA 27 (Thn. C), 6 Oktober 2013

Written By Admin on Minggu, 06 Oktober 2013 | 01.39

6 Oktober 2013
MINGGU BIASA 27 (Thn. C)


ORANG BENAR AKAN HIDUP OLEH IMAN
Hab 1:2-3;2:2-4; 2Tim 1:6-8.13-14; Luk 17:5-10

Ulasan Bacaan

Kalimat terakhir dari bacaan pertama adalah ungkapan kesayangan rasul Paulus, yang boleh dikatakan menjadi tesis utama dalam suratnya kepada jemaat di Roma dan suratnya kepada jemaat di Galatia: “Orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.” Percayanya di sini dapat dimengerti sebagai iman. Demikianlah, kata sang rasul, dasar orang dibenarkan di hadapan Allah adalah imannya. Bacaan Injil meneguhkan hal itu. Yesus menegaskan, berkat imannya seorang bisa melakukan apa saja yang bagi orang tak beriman adalah sesuatu yang mustahil. Dan beriman itu merupakan karunia belaka dari Allah; tak sedikit pun merupakan jasa dari manusia. Halnya bisa dibandingkan dengan seorang hamba yang mesti mengabdi tuannya. Dalam konteks perhambaan zaman dulu, seorang hamba sudah ditakdirkan harus melayani tuannya. Itu merupakan kewajiban yang harus dijalankannya. Tuan tak perlu berterima kasih kepada hamba karena telah melakukan tugas pelayanan itu. Demikian juga seorang beriman kepada Allah tak perlu dianggap berjasa karena imannya itu, sebab justru iman itu dia terima dari Allah sebagai anugerah cuma-cuma. Justru iman itu harus disyukuri dalam sikap rendah hati.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang

Jika iman diukur dari kesetiaan melakukan ritus-ritus keagamaan dan kepedulian kepada hal-hal religius, harus diakui beriman sekarang tidak segampang beriman dulu. Masalahnya ialah karena kemajuan teknologi telah merubah perilaku manusia secara mendasar. Apa yang dulu mustahil dilakukan kini seolah-seolah rahasianya terkuak kasat mata. Apa yang dulu dianggap sebagai rahasia iman, kini diterangkan secara detail oleh ilmu dan teknologi. Bahkan pendengaran dan penglihatan manusia dipertajam sedemikian sehingga apa yang dulu mustahil diamati sekarang bisa dipelajari dengan sangat rinci berkat alat-alat canggih penemuan para ilmuwan. Hal ini sangat terasa, misalnya, di bidang kedokteran. Memang tetap saja ada situasi di mana manusia seolah-olah, bahkan bukan hanya seolah-olah tetapi sungguh, tak mampu menguasai situasi. Misalnya di saat terjadi musibah tanah longsor, gempa, tsunami, dsb. Namun sejatinya, kalau kita tapakur sedikit lebih mendalam, kita harus akui bahwa kita benar sama sekali tak kuasa membuat putih atau hitam rambut kita. Maka sikap sejati: dengan rendah hati tunduk pada Sang Pencipta. [RP. Bonifasius B. Simanullang OFMCap]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.