Headlines News :
Home » » MINGGU BIASA 29 (Thn. C), 20 Oktober 2013

MINGGU BIASA 29 (Thn. C), 20 Oktober 2013

Written By Admin on Minggu, 20 Oktober 2013 | 09.34

20 Oktober 2013
MINGGU BIASA 29 (Thn. C
)

BERDOALAH DENGAN TAK JEMU-JEMUNYA
Kel 17:8-13; 2Tim 3:14-4:2; Luk 18:1-8

Ulasan Bacaan

Kisah perangan orang Israel melawan orang Amalek menunjukkan bahwa keberhasilan yang dicapai umat sama sekali tidak bisa dianggap sebagai hasil perjuangan umat melainkan sebagai anugerah Allah. Tangan Musa yang terangkat ke atas merupakan lambang seruan permohonan kepada Allah. Dan selama seruan itu disampaikan kepada Allah, selama itu pula umat Allah memenangi peperangan itu. Kisah umat di Perjanjian Lama ini dipakai Yesus menjadi dasar pengajaran-Nya mengenai pentingnya berdoa. Intinya adalah bahwa Allah tak mungkin menganggap sepi begitu saja seruan yang disampaikan dengan penuh iman kepada-Nya. Hal itu diteguhkan dengan perumpamaan tentang seruan janda yang tak henti-hentinya kepada hakim untuk memenangkan perkaranya. Hakim memenangkan perkara janda itu bukan karena dia takut kepada Allah tetapi agar janda itu berhenti merengek-rengek kepadanya. Hakim itu tak mau terus menerus terganggu oleh permohonan janda itu maka dia meluluskan permohonannya. Nah, kata Tuhan, sedangkan manusia saja mau meluluskan permohonan karena terus menerus disampaikan tanpa henti, apalagi Allah sendiri, adakah Ia mengulur-ulur waktu untuk menolong mereka?

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang

Tuhan mengajak kita untuk berdoa tak jemu-jemunya. Namun ajakan ini tidak selalu gampang kita laksanakan. Pasalnya ialah karena iman kita kurang. Kita tidak sungguh yakin bahwa apa yang akan kita minta itu akan kita peroleh sebagaimana kita inginkan. Maka kita lebih suka mencari kiat-kiat bagaimana agar upaya kita berhasil. Tidak ada otoritas yang kuasa memaksa kita untuk memperoleh iman itu kecuali kesaksian-kesaksian yang diberikan oleh orang lain, baik itu dari Alkitab sendiri maupun di luar itu yang secara langsung atau tidak langsung kita dengar dari teman-teman yang bercerita kepada kita. Itu sebabnya dalam kebaktian-kebaktian yang diselenggarakan oleh kelompok-kelompok karismatik, baik itu yang Katolik maupun yang bukan Katolik, selalu disediakan ruang untuk memberi kesaksian, khususnya kesaksian akan pengalaman-pengalaman di mana Roh Tuhan sungguh-sungguh berkarya dalam hidup mereka. Dengan itu umat yang mendengarnya membuka diri bagi bisikan Roh yang dengan amat halus menyapa umat beriman. Tanpa keterbukaan, bisikan seperti itu akan berlalu begitu saja. [RP. Bonifasius B. Simanullang OFMCap]
Share this article :
 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.