Headlines News :
Home » » MINGGU ADVEN 4 (Thn. A), 22 Desember 2013

MINGGU ADVEN 4 (Thn. A), 22 Desember 2013

Written By Admin on Sabtu, 21 Desember 2013 | 20.11

22 Desember 2013
MINGGU ADVEN 4 (Thn. A)

EMMANUEL, ALLAH BESERTA KITA
Yes 7:10-14; Rom 1:1-7; Mt 1:18-24


Ulasan Bacaan

Bacaan pertama merupakan nubuat akan kelahiran Sang Emmanuel. Nubuat ini dilatarbelakangi oleh ketidak-percayaan Ahas kepada Tuhan (Yahweh). Ahas lebih mengandalkan koalisinya dengan raja Damsyik dari pada mengandalkan penyertaan Tuhan dengan berdalih: “Aku tak mau mencobai Tuhan!” Karena itulah Yesaya menegaskan bahwa Tuhan sendirilah yang akan memberi tanda, yakni “seorang perempuan muda” akan mengandung. Anaknya akan diberi nama Emmanuel, artinya: Allah beserta kita. Sudah sejak awal, orang-orang Kristen tak pernah ragu akan makna nubuat ini bahwa yang dimaksud dengan “perempuan muda” itu adalah Perawan Maria, yang melahirkan Tuhan Yesus. Yesuslah Emmanuel, Allah di tengah-tengah manusia sebagaimana disampaikan malaikat kepada Yusuf, suami Maria, yang menjadi bapa pengasuh bagi kanak-kanak Yesus. Dalam diri Yesus, Tuhan menyatakan dan mewujudkan kemurahan hati-Nya untuk menyertai umat-Nya meskipun umat sering membangkang dan menjauhkan diri dari Tuhan sendiri. Yusuf, yang semula ragu menerima Maria yang ternyata sudah mengandung dari Roh Kudus, menerima kanak-kanak Yesus sepenuhnya di bawah asuhannya.

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang

Kelahiran Yesus telah membuahkan kedekatan manusia dengan Allah. Bagi kita orang Kristen, Allah itu bukanlah Allah yang jauh di atas sana, yang tak terjangkau. Dia amat dekat dengan kita, di hati sanubari kita sendiri. Secara khusus Dia hadir dalam diri Yesus Kristus, Sang Putera Allah. Gereja adalah tubuh mistik Kristus. Itu berarti kehadiran Gereja mesti berarti juga kehadiran Allah di tengah-tengah umat manusia, di tengah-tengah segenap ciptaan Allah. Rasul Paulus berkata: kamu adalah bait Allah. Maka kita adalah Gereja. Kita adalah tanda kehadiran Allah di tengah-tengah dunia ini. Jika kita adalah tanda, maka seharusnya hidup kita sesuai dengan apa yang kita tandakan, yakni Allah sendiri. Demikianlah di setiap kehadiran kita, orang merasakan bahwa Allah hadir. Orang tak bisa merasa terancam dengan kehadiran kita sebab kehadiran Allah seharusnya membuat setiap orang merasa nyaman dan tenteram. Demikianlah nubuat Yesaya sungguh-sungguh menjadi kenyataan: Allah hadir di tengah-tengah umat manusia dan di tengah-tengah segenap ciptaan. Kita sendiri mesti merasakan sekaligus mewujudkannya. [RP. Bonifasius B. Simanullang OFMCap]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.