Headlines News :
Home » » MINGGU ADVEN 3 (Thn. A), 15 Desember 2013

MINGGU ADVEN 3 (Thn. A), 15 Desember 2013

Written By Admin on Sabtu, 14 Desember 2013 | 19.57

15 Desember 2013
MINGGU ADVEN 3 (Thn. A)


YOHANES PEMBAPTIS, SANG PERINTIS JALAN
Yes 35:1-6a.10; Yak 5:7-10; Mt 11:2-11

Ulasan Bacaan

Gambaran indah zaman messianis yang telah diperdengarkan Minggu lalu masih dilanjutkan Minggu ini, tetapi dengan tokoh utama Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis adalah utusan Tuhan untuk mendahului dan mempersiapkan jalan bagi Mesias, yakni Yesus sendiri. Yohanes diakui sebagai nabi paling besar bahkan paling besar di antara semua yang pernah dilahirkan oleh seorang perempuan. Namun, kata Yesus, orang terkecil dalam Kerajaan Allah masih lebih besar dari Yohanes Pembaptis. Ini menggambarkan superioritas (kebesaran) Kerajaan Allah itu dibandingkan dengan keadaan sekarang di dunia ini. Sebab memang orang terbesar yang dilahirkan oleh perempuan itu masih merupakan perintis jalan saja bagi Messias yang akan datang, Raja yang memerintah di Kerajaan Allah tersebut. Gambaran situasi seperti itu seharusnya membuat orang bersedia menanti dengan sabar sampai waktu yang dinantikan itu tiba. Dan memang itulah juga yang dikatakan dalam bacaan kedua, dari surat rasul Yakobus: “Kamu harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat... Janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum!”

Pengenaan Untuk Hidup Sekarang

Semangat hidup (spiritualitas) Yohanes Pembaptis sangat penting untuk masyarakat kita sekarang ini. Intinya adalah ungkapannya sendiri: “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh 3:30). Yohanes tidak mau meraih kebesaran itu untuk dirinya, melainkan dia mengaku dengan jujur bahwa Yesus jauh lebih besar dari dirinya. Dia hanya perintis jalan bagi Yesus dan harus mempersiapkan jalan bagi-Nya. Kelompok-kelompok agama sekarang sering memperalat Tuhan demi kebesaran kelompoknya sendiri. Mereka mengatasnamakan Tuhan untuk mencari pamrih bagi dirinya sendiri. Akibatnya ialah pemaksaan kehendak dan menghancurkan semua saja yang tak seide dan sejalan dengan kelompoknya. Melalui dan dengan meneladan Yohanes Pembaptis kita diajak untuk sungguh-sungguh memuliakan Tuhan dengan segala usaha dan tindak tanduk kita: ad maiorem Dei gloriam! Jika kita berbuat hanya demi kebesaran Tuhan, kita tidak akan merusak atau mengganggu hidup orang lain sebab segala perusakan dan gangguan bagi yang lain adalah penghinaan bagi Tuhan, Pencipta segala sesuatu itu.
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.