Headlines News :
Home » » Mahasiswa Sebut Pemko Sibolga Penipu

Mahasiswa Sebut Pemko Sibolga Penipu

Written By Admin on Senin, 03 Februari 2014 | 22.22


Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Eks STKIP Santa Maria Sibolga turun ke jalan, melakukan aksi unjuk rasa, Senin (3/2). Dalam aksi tersebut mereka menuntut ganti rugi dan pertanggungjawaban pihak Pemerintah Kota Sibolga melalui Dinas Pendidikan yang telah menandatangani MoU pengalihan Mahasiswa STKIP Santa Maria ke Program Sarjana Kependidikan Guru Dalam Jabatan (PSKGJ) Universitas Negeri Medan.

Aksi mahasiswa ini bermula dari Gedung Nasional menuju kantor DPRD Kota Sibolga. Di kantor DPRD Kota Sibolga sejumlah perwakilan mahasiswa dengan negosiator bertemu dengan para anggota DPRD kota Sibolga untuk mengadakan dialog singkat membahas permasalahan yang dikemukakan oleh para mahasiswa.

Setelah itu aksi berlanjut ke Kantor Walikota Sibolga. Di sini, mahasiswa Eks STKIP Santa Maria tidak menginginkan dialog singkat dan tidak mengizinkan perwakilan. Mahasiswa mendesak agar Walikota Sibolga serta kepala Dinas Pendidikan Kota Sibolga memberikan penjelasan tentang MoU tersebut. Hingga akhirnya mahasiswa lelah dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, tak seorang pun dari pihak Pemko Sibolga yang menerima para mahasiswa.

Dengan rasa kecewa para mahasiswa itu pun meninggalkan kantor Walikota Sibolga. Namun sebelum melanjutkan perjalanan, ratusan mahasiswa saat itu secara aklamasi menyebutkan bahwa Walikota Sibolga dan kepala Dinas Pendidikan Kota Sibolga adalah pembohong.

“Kita menilai bahwa Pemko Sibolga melalui Dinas Pendidikan telah ikut serta membohongi kami selaku mahasiswa-mahasiswi. Telah membuat penipuan dengan berdalih PSKGJ Unimed. Kami hanya meminta pertanggungjawaban dan penjelasan terkait batalnya MoU yang ditandatangai oleh pihak PSKGJ Unimed dan Pemerintah Kota Sibolga  melalui Dinas Pendidikan Kota Sibolga. Karena kami yakin, sebenarnya Pemko Sibolga mengetahui bahwa MoU yang mereka buat akan berakibat fatal. Namun mengapa tetap ditandatangai,” kata Petrus Gulo, salah seorang orator dalam aksi itu.

Para mahasiswa itu pun kemudian bergerak menuju Kantor Yayasan Santa Maria Berbelas Kasih. Di tempat itu mahasiswa melakukan aksi bakar baju almamater. Hal ini dilakukan karena mereka menilai bahwa baju almamater tersebut adalah baju ilegal.

“Kampus yang selama ini kita tempati sebagai kampus STKIP Santa Maria, ternyata kampus yang ilegal, dan termasuk juga baju Almamater ini. Ini adalah baju almamater ilegal. Sesuai dengan hukum yang berlaku di negara kita ini, bahwa yang namanya yang ilegal harus dimusnahkan. Maka Baju Almamater ini harus kita musnahkan,” kata Petrus Gulo.

Setelah berjam-jam mahasiswa menunggu dan berorasi, ternyata tak seorang pun dari pihak yayasan yang mau keluar untuk menemui dan memberikan tanggapan kepada mahasiswa. Hal ini sempat membuat mahasiswa kesal dan marah. Namun koordinator mereka terlihat mampu mengendalikan massa sehingga amarah para mahasiswa itu dapat diredam. Aksi tersebut selesai pada pukul 15.00 WIB setelah mahasiswa melakukan makan bersama di gedung nasional. [WKS/SBG/TIM-PTG]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.