Headlines News :
Home » » Mahasiswa/i STKIP St. Maria Tuntut Ganti Rugi

Mahasiswa/i STKIP St. Maria Tuntut Ganti Rugi

Written By Admin on Senin, 03 Februari 2014 | 16.30

Hari ini (3/2/2014), mahasiswa/i STKIP Santa (St.) Maria Sibolga kembali melakukan unjuk rasa menuntut Yayasan Santa Maria Berbelaskasih Sibolga (YSMBS) untuk membayar kerugian yang mereka alami selama menempuh perkuliahan di STKIP St. Maria. Mereka menilai bahwa YSMBS tidak berhasil mengurus izin operasional STKIP St. Maria dan juga belum merelokasi sebagian besar mahasiswa/i ke perguruan tinggi lain yang telah memiliki izin operasional, sebagaimana telah mereka sampaikan dalam unjuk rasa tahun lalu (22/4/2013).

Menurut pengamatan Warta Keuskupan Sibolga (WARKES), para mahasiswa/i STKIP St. Maria yang berdemonstrasi ini berjumlah sekitar lima ratus orang, termasuk beberapa orang tua yang mendampingi mereka.

Sekitar pukul 09.00 wib, massa mulai bergerak dari Gedung Nasional Kota Sibolga menuju kantor DPRD Sibolga. Setelah berorasi beberapa saat, beberapa orang dari antara mahasiswa/i itu diterima oleh Wakil Ketua DPRD Sibolga, Tonny  Agustinus Lumban Tobing beserta komisi I DPRD Kota Sibolga yang membidangi pendidikan.

Dalam pembicaraan itu, utusan mahasiswa/i STKIP St. Maria Sibolga menyampaikan bahwa mereka telah dirugikan oleh YSMBS selama menempuh perkuliahan di STKIP St. Maria. Kerugian itu dialami karena pihak YSMBS belum mendapatkan izin operasional untuk STKIP St. Maria dan hingga sekarang belum ada solusi untuk merelokasi sebagian besar para mahasiswa/i yang sudah sempat menempuh perkuliahan di perguruan tersebut.

Mereka juga mengingatkan bahwa pada tahun 2013, mereka telah menyampaikan hal ini kepada Komisi I DPRD Kota Sibolga dan Walikota Sibolga. Namun hingga sekarang ini, masa depan mereka masih belum jelas.

Oleh sebab itu, utusan mahasiswa/i ini memohon agar DPRD Kota Sibolga berkenan memediasi pertemuan antara mahasiswa/i STKIP St. Maria dengan Muspida Plus dan pihak YSMBS.

"Kami meminta ganti rugi secara materi dan inmaterial dan kami tidak mau direlokasi lagi baik oleh pihak yayasan maupun pemerintah ke perguruan tinggi manapun. Kami juga memiman pertanggungjawaban dari pihak pemerintah Kota Sibolga atas kegagalan pengalihan Mahasiswa eks STKIP Santa Maria Sibolga. Kami juga tidak mau masalah pendidikan di daerah ini menjadi bahan permainan politik. Kami meminta kepada Keuskupan Kota Sibolga untuk mencabut izin kongregasi SCMM dari wilaya Keuskupan Kota Sibolga karena telah mempermalukan umat katolik secara umum, khususnya Keuskupan Kota Sibolga. Dan kami forum mahasiswa eks STKIP Santa Maria Sibolga menunggu tuntutan terealisasi 1x24 jam terhitung mulai tuntutan ini kami serahkan", ujar Lukas Pasaribu, salah seorang koordinator dalam aksi ini.

Menanggapi aspirasi mahasiswa/i STKIP St. Maria Sibolga ini, Wakil Ketua DPRD Sibolga, Tonny  Agustinus Lumban Tobing menjelaskan bahwa DPRD Kota Sibolga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Sibolga telah melakukan berbagai upaya untuk membantu mahasiswa/i yang sudah sempat menempuh perkuliahan di STKIP St. Maria.

Menurut Tonny, DPRD Kota Sibolga sudah lama tidak menerima informasi dari pihak YSMBS sekaitan dengan STKIP St. Maria tersebut. Baru pada hari ini, katanya, mereka menerima surat yang isinya memberitahukan bahwa berbagai upaya yang dilakukan oleh pihak YSMBS masih belum berhasil.

"Karena itu, kami akan berupaya memediasi antara mahasiswa/i STKIP St. Maria dengan Muspida Plus dan Yayasan Santa Maria. Kami akan menyampaikan informasi kepada pihak mahasiswa/i STKIP St. Maria paling lambat hari Rabu (5/2/2014)", ujar Tonny.

Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga itu juga memohon pengertian para mahasiswa/i karena DPRD Kota Sibolga tidak mungkin memenuhi tuntutan para mahasiswa/i untuk melakukan mediasi 1x24 jam.

"Untuk mediasi ini, kami tidak mungkin melakukannya dalam waktu 1x24 jam sebagaimana tuntutan dari adik-adik sekalian. Sebab kami masih harus menyurati Muspida Plus dan pihak yayasan. Namun kami berjanji bahwa paling lambat hari rabu, informasi akan sampai kepada adik-adik mahasiswa", tegas Tonny.

Usai bertemu dengan DPRD Kota Sibolga, para mahasiswa/i melanjutkan aksi mereka ke kantor Walikota Sibolga dan YSMBS. [wks/sbg/01]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.