Headlines News :
Home » » Tuntutan Belum Terpenuhi, Mahasiswa Gelar Aksi Doa Bersama

Tuntutan Belum Terpenuhi, Mahasiswa Gelar Aksi Doa Bersama

Written By Admin on Senin, 17 Februari 2014 | 23.30

Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam forum mahasiswa Eks STKIP Santa Maria Sibolga kembali melakukan aksi. Kali ini aksi yang dilakukan ialah aksi damai doa bersama di depan halaman kampus Eks STKIP Santa Maria yang sehari-hari berfungsi sebagai gedung SMA Katolik Sibolga, Jl Brigjen Katamso, Senin (17/2) sekira pukul 19.30 WIB hingga pukul 21.30 WIB.

Rommy Pasaribu, salah seorang dari mahasiswa, pada pembukaan menyampaikan bahwa aksi ini dilakukan untuk mencoba menggugah hati para pimpinan Yayasan Santa Maria Berbelas Kasih Sibolga yang selama ini terkesan begitu keras dan memaksakan kehendak untuk merelokasi mahasiswa tanpa memperhatikan tuntutan mahasiswa yang menginginkan ganti rugi.

“Sudah banyak cara yang kita lakukan untuk menuntut hak kita. Kita sudah coba cara pendekatan berdiskusi, berunjuk rasa berkeliling di kota Sibolga, aksi menduduki kampus dengan membakar ban dan lain-lain. Tetapi mereka tetap bebal tidak mau mendengarkan keluhan kita. Untuk itu kita berdoa kepada Tuhan semoga mereka mau membuka hati untuk mempertimbangkan tuntutan kita,” kata Rommy Pasaribu.

Aksi kali ini dilakukan oleh mahasiswa karena diyakini bahwa dengan aksi lembut ini Tuhan mau ikut campur dalam kesulitan mahasiswa.

“Kita berharap Tuhan mau ikut campur dalam kesulitan ini. Tuhan mau membuka jalan dan mau memberikan kecerahan dalam hati kita semua dan juga kepada para Suster agar diberikan rahmat dan mau mempertanggungjawabkan kesalahan ini,” kata salah seorang dari antara orang tua mahasiswa.

Andre C Malau perwakilan tamu yang juga selaku anggota DPRD Kota Sibolga menghimbau mahasiswa agar menggunakan cara lain dalam hal menuntut hak. Selama ini yanag dilakukan dengan cara unjuk rasa dan membuat ini muncul kepermukaan. Sudah saatnya mahasiswa membuat terobosan baru dengan cara-cara yang lebih elegan.

“Banyak aksi yang  sudah rekan-rekan lakukan, dan hal ini sudah diketahui secara umum hingga ke tingkat nasional. Sekarang sudah saatnya kita buat cara yang lebih baik. Ke depan kita siapkan aksi lain yang lebih baik seperti sejuta koin dan lain sebagainya,” kata Andre C Malau.

Aksi itu ditandai dengan penyalaan lilin oleh perwakilan Kapolres Sibolga Kota Ipda R. Sormin Sag, perwakilan orang tua mahasiswa, perwakilan mahasiswa Lukas Pasaribu, Rommy Pasaribu, Obbiye Simbolon, Perwakilan Tamu Andres C Malau. Doa Syafaat dipimpin oleh Ranti Lumban Tobing.

Aksi doa bersama itu membawa haru yang mendalam, sehingga pada saaat doa, ratusan siswa meneteskan air mata mengingat nasib mereka yang saat ini luntang-lantang akibat ketidakjelasan dari pihak kampus. Namun jauh dari lubuk hati yang paling dalam mereka masih sangat menginginkan pendidikan yang layak, ilegal dan mampu menjamin masa depan mereka yang lebih cerah.-
[Petrus Gulo]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.