Headlines News :
Home » » Rapat Tahunan Signis di Batam: Anggota Signis Indonesia Wakili Lembaga (2)

Rapat Tahunan Signis di Batam: Anggota Signis Indonesia Wakili Lembaga (2)

Written By Admin on Kamis, 20 Maret 2014 | 08.18

Ketua Komisi KOMSOS KWI, Mgr. Petrus Turang saat berbicara
di hadapan anggota Signis Indonesia.- Foto: Frans R. Zai
Salah satu isu yang penting dibahas dalam rapat tahunan Signis di Batam (17-20/3) adalah persoalan status keanggotaan para peserta. Guna semakin memberdayakan para penggerak Komsos di setiap keuskupan yang juga menjadi anggota Signis –demikian penegasan Ketua Komsos KWI Mgr. Petrus Turang Pr sebagai Pelindung Signis Indonesia—maka status keanggotaan Signis perlu dipertegas.

Termasuk tentu saja, kata Uskup Agung Diosis Kupang di NTT ini—adalah status keanggotaan Komsos KWI dalam organisasi Signis Indonesia.
Dengan mempertimbangkan peran Ketua Komsos KWI sebagai pelindung Signis Indonesia, kata Mgr. Petrus Turang Pr, maka dengan sendirinya kedudukan dan fungsi Sekretaris Eksekutif/Pelaksana Harian Komsos KWI tidak bisa menjadi anggota signis, Itu karena Sekretaris Eksekutif/Pelaksana Harian Komsos KWI tidak bisa dipisahkan dengan Ketua Komsos KWI.

“Posisi Ketua Komsos KWI dalam organ Signis Indonesia menjadi  pelindung. Maka Sekretaris Komsos KWI tidak bisa dimasukan sebagai anggota, karena Sekretaris Eksekutif/Pelaksana Harian Komsos KWI itu merupakan satu kesatuan dengan Ketua komsos KWI” demikian penegasan Mgr. Petrus Turang Pr, Uskup Ketua Komsos  KWI.

Atas nama lembaga

Bagian penting dan krusial yang juga diperbicangkan dalam rapat Signis di Batam pada hari kedua adalah status keanggotaan komsos keuskupan.  Menurut arahan Ketua Komsos KWI/Pelindung Signis Indonesia, status keanggotaan Signis setiap keuskupan harus diletakkan dalam konteks organisasi.

Jadi, komsos keuskupan yang menjadi anggota Signis Indonesia terjadi karena lembaga gerejani itu ‘bergabung masuk’ dan itu diwakili oleh imam atau pihak lain yang ada di posisi kunci komsos keuskupan. Yang masuk dalam keanggotaan Signis Indonesia itu lembaga komsos keuskupan dan bukan pribadi yang ada di dalam komsos keuskupan itu.

Pribadi tersebut mewakili lembaga dan bukan perseorangan. “Maka ketika ada pergantian jabatan Ketua Komsos Keuskupan, status komsos keuskupan sebagai anggota signis tetap berlaku,” tandas Mgr. Petrus Turang.

Beliau juga menegaskan, semua peserta yang hadir dalam pertemuan di Batam itu adalah para anggota Signis Indonesia. Beliau mensyukuri adanya semangat kerjasama erat antara Signis Indonesia dengan Komsos KWI.

Mgr. Petrus Turang juga mengkritisi kecenderungan tidak sehat dari berbagai anggota Signis keuskupan yang bermotivasi kurang bagus dengan sengaja menjadi anggota Signis Indonesia demi sebuah projek mendapatkan bantuan finansial. “Jangan melihat Signis Indonesia sebagai asosiasi yang bisa menjadi jembatan untuk mendapatkan fasilitas menyalurkan proposal kepada donor,” tandas Mgr. Turang.

Komsos KWI dan semua penggerak komsos keuskupan harus dibantu oleh Signis Indonesia dengan profesionalitasnya mampu menunjukan bagaimana memanfaatkan kemajuan teknologi itu untuk karya evangelisasi bersama. Signis Indonesia diharapkan bisa memberikan bantuan teknis kepada para penggerak komsos keuskupan dan Komsos KWI untuk menjalankan misinya dengan efektif dan pari purna.

Kerjasama itu terjadi dalam wilayah kerasulan iman yakni evangelisasi.

Meski demikian, Pelindung Signis Indonesia juga mengkritisi beberapa masalah penting seiring dengan pergantian ketua-ketua komsos keuskupan dimana sering kali terjadi inventaris hilang bersamaan dengan pergantian pengurus/pelaksana komsos keuskupan. Barang-barang inventaris itu perlu dijaga, karena hal-hal itu bukan milik individual melainkan harta inventaris lembaga. Jadi, ganti orang ya barangnya harus ‘ditinggal’ untuk bisa dipindahalihkan kepada pejabat penerusnya.

Sekelompok pemusik tradisional mengiringi para penari
dalam acara pembukaan Rapat Anggota Signis Indonesia Ke-40.-
Foto: Frans R. Zai
Agenda Komsos KWI

Pada kesempatan dialog karya, selaku Pelaksana Harian/Sekretaris Komsos KWI, RD. Kamilus Pantus mendapat kesempatan untuk berbagi informasi dan rencana kerja Komsos KWI untuk bulan-bulan mendatang. Untuk tahun kerja yang sudah berjalan ini, Komsos KWI sudah memasang agenda acara yang akan segera ditindaklanjuti dengan action nyata.

Di antaranya adalah agenda animasi public speaking, pelatihan jurnalistik cetak, jurnalistik radio dan TV, workshop pemanfaatan media dalam pewartaan, semiloka menulis, seminar spiritualitas komunikasi. Yang tak kalah pentingnya adalah persiapan menyongsong Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-48 yang secara nasional akan berlangsung di Keuskupan Weetebula di Pulau Sumba, NTT, mulai tanggal 26 Mei-1 Juni 2014.
Karena ini merupakan rapat tahunan dengan para peserta imam dari berbagai keuskupan, maka rasanya kurang afdol kalau rapat Signis di Batam ini digelar tanpa perayaan ekaristi.

Petugas liturgy dari Keuskupan Ruteng di Flores, NTT, yang diwakili Ketua Komsos Diosis Ruteng Romo Egidius Menori memimpin perayaan ekaristi pagi mengawali rangkaian acara sidang Signis pada hari kedua.

Dalam kotbahnya, Romo Edy mengajak para profesionalis di bidang media elektronik untuk tidak mengabaikan nilai kemanusiaan dalam pelayanan. Apapun kepentingan yang mau kita perjuangkan dalam pemanfaatan media, keselamatan manusia tetaplah yang utama. [RD. Kamilus Pantus]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.