Headlines News :
Home » » Paroki St Yosef Gelar Prosesi Jalan Salib Dengan Drama Penyaliban Yesus

Paroki St Yosef Gelar Prosesi Jalan Salib Dengan Drama Penyaliban Yesus

Written By Admin on Jumat, 18 April 2014 | 20.57

Drama Penyaliban Yesus
diperankan oleh OMK Santo Yosef Pandan
[Foto: Petrus Gulö]
Sudah menjadi kebiasaan umat Katolik di Masa Prapaskah, setiap hari Jumat diadakan prosesi Jalan Salib. Untuk prosesi jalan salib terakhir di hari Jumat Agung tahun ini, Paroki Santo Yosef Pandan menggelar drama penyaliban Yesus dengan Rute mulai dari bangunan Gereja yang lama sampai ke bangunan gereja yang masih sedang dibangun, Jumat (18/4/2014).

Drama penyaliban Yesus itu dimainkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Yosef Pandan yang dipimpin oleh Sr Petronella Zendratö OSF. Aktor utama sebagai Yesus diperankan oleh Boni Halawa dari Asarama Putra, sementara peran Maria diperankan oleh Oyaria Sarumaha. drama yang dilatih kurang lebih satu bulan oleh Sr Petonella Zendratö OSF tersebut ternyata berhasil menyentuh hati umat yang turut serta dalam prosesi jalan salib dan menyaksikan drama penyaliban Yesus tersebut.

Suasana haru dimulai ketika Yesus dijatuhi hukuman mati oleh Pontius Pilatus dihadapan semua orang. Ketika Yesus mulai memanggul salib Ia kemudian dimahkotai duri, dipukuli, dicambuk bahkan sampai jatuh tertimpa kayu salib sebanyak 3 kali saat memikul salib. Hal itu membuat para penonton cukup terharu, tidak sedikit yang meneteskan airmata. Bahkan ada yang sempat protes karena melihat drama tersebut saat prajurit mencambuk tubuh Boni (yang berperan sebagai Yesus) hingga berbekas.

 “Inikan drama, maunya jangan kek gitu kali, sampai berbekas cambukan itu,” cetus salah seorang penonton.

Menanggapi hal itu Sr Petronella mengatakan bahwa itu merupakan bagian dari drama dan tidak perlu dikomentari hingga drama itu selesai dilaksanakan. Karena semua telah dipersiapkan secara matang.

“Bagaimana supaya umat benar-benar dapat menghayati bagaimana perjalanan dan pengorbanan Tuhan Yesus itu sendiri dan bagaimana supaya pemeran drama kita tidak terlalu menderita, semuanya telah kita persiapkan,” katanya.

Suasana haru terus berlangsung hingga prosesi jalan salib berakhir.

 “Allah-Ku,,, Ya Allah-Ku... Mengapa Kau Tinggalkan Aku,” demikian ucapan terakhir yang diungkapkan oleh Boni Halawa saat memerankan Yesus Wafat di kayu salib dan menyampaikan kata-kata terakhirnya sebelum ia menghembuskan nafas terakhir. Ucapan lirih itu menambah suasana haru di sekitar pelaksanaan drama tersebut. Bahkan banyak penonton terlihat meneteskan airmata. Mereka seakan menyaksikan dengan nyata kisah sengsara dan wafat Yesus untuk menyelamatkan umat manusia.

Pastor Paulus Posma Manalu Pr, Pastor Paroki Santo Yosef Pandan mengatakan bahwa drama jalan salib dengan model yang cukup besar seperti ini merupakan yang pertama di paroki Santo Yosef. Ia mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya drama jalan salib ini adalah agar umat secara langsung dapat melihat dan merasakan bagaimana penderitaan Tuhan Yesus yang telah berkorban demi menyelamatkan umat Manusia dari belenggu dosa.

 “Bagi umat yang mengikuti prosesi jalan salib ini, jangan hanya sekedar menanagis terharu karena melihat betapa sengsaranya Tuhan Yesus, tetapi mari kita sama-sama menyadari betapa besarnya pengorbanan yang Yesus berikan kepada kita, dan jangan kita sia-siakan pengorbanan itu. Mari kita sama-sama memanggul salib kita. Salib kita saat ini bukan berbentuk kayu seperti yang dijalani oleh Yesus. Salib kita adalah tanggung jawab kita sebagai umat Kristiani di dunia ini untuk berbagai kasih. Penderitaan kita di dunia ini tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami oleh Yesus sendiri,” ungkap Pastor Paulus Posma Manalu Pr. (Petrus Gulö)
Share this article :
 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.