Headlines News :
Home » » Perayaan Liturgi Katolik Adalah Satu Kesatuan Yang Utuh

Perayaan Liturgi Katolik Adalah Satu Kesatuan Yang Utuh

Written By Admin on Sabtu, 05 Juli 2014 | 18.03

Setelah menjadi paroki tersendiri (tahun 2010), Paroki Hati Kudus Yesus Telukdalam mengadakan kursus liturgi sebagai pembekalan kepada para pengurus lingkungan-lingkungan dan Anggota Dewan Paroki yang baru dilantik. Pastor Bernard Niali, OFMCap sebagai narasumber pada kursus ini menjelaskan bahwa setiap perayaan liturgi adalah perayaan keselamatan manusia oleh Allah. Allah menghendaki agar manusia diselamatkan dan mengenal kebenaran (bdk 1Tim 2:3-6). Setiap kali Umat beriman berkumpul untuk berliturgi, maka pada saat itu karya keselamatan yang telah dilaksanakan oleh Yesus Kristus dengan mengorbankan diri-Nya di salib sampai mati, dihadirkan secara aktual dan baru. Dalam perayaan liturgi yang dilestarikan dan diwartakan oleh Gereja, Kristus sendiri melaksanakan tugas-tugas-Nya melalui para petugas liturgi, baik imam maupun awam, yaitu: menguduskan, mengajar dan menggembalakan umat. Melalui liturgi pula, Allah dimuliakan dan manusia dikuduskan.

Dalam kursus yang diselenggarakan selama empat hari ini (1-4/7/2014) ditegaskan bahwa perayaan liturgi Ekaristi terdiri dari dua bagian pokok, yaitu liturgi sabda dan Ekaristi. Kedua bagian pokok itu didahului oleh bagian pembuka dan diakhiri dengan penutup dengan berbagai unsur-unsur yang ada pada masing-masing bagian. Tetapi semua unsur-unsur itu adalah satu kesatuan yang utuh dan menyatu, bukan saling mengganggu. Unsur Koor dan Vocal Group boleh dimasukkan dalam perayaan, tetapi tidak menjadi bagian yang mengganggu alur suasana liturgi, tetapi mendukungnya. Misalnya: koor atau vocal Group tidak perlu lagi diumumkan untuk tampil dan tidak perlu harus maju ke depan. Koor atau Vocal Group bukanlah tontonan, melainkan persembahan pujian sabgai bagian yang menyatu dengan liturgi.

Sejak terbit buku Tata Perayaan Ekaristi 2005 oleh Komisi Liturgi KWI, buku TPE itu sudah dipakai oleh para imam di paroki ini, tetapi sosialisasi kepada umat baru dilaksanakan pada tahun 2014 ini. Dengan demikian, sikap-sikap badan dan dialog yang benar dalam perayaan Ekaristi sudah bisa dilaksanakan sebagaimana mestinya. Menjadi semakin istimewa lagi, karena umat paroki HKY Teluk Dalam mendapat kesempatan dikunjungi, ditatar dan berdialog langsung dengan Rm Bosco da Cunha, Ocarm, Sekretaris Komisi Liturgi KWI dari Jakarta pada tanggal 23 Agustus 2014. Pertemuan itu dilakukan dalam bentuk sarasehan liturgi [BNT].
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.