Headlines News :
Home » , » Wanita Katolik Nias Barat Mampu Membuat 32 Jenis Kue dari Singkong

Wanita Katolik Nias Barat Mampu Membuat 32 Jenis Kue dari Singkong

Written By Admin on Minggu, 27 Juli 2014 | 21.07

“Luar biasa, hanya berbahan singkong ternyata Wanita Katolik Nias Barat mampu membuat 32 jenis kue.” Itulah pernyataan spontan yang disampaikan Kepala Paroki Salib Suci Nias Barat Pastor Matias Kuppens, OSC dalam kata sambutan dan arahannya pada perlombaan memasak kue yang diadakan Wanita Katolik Paroki Salib Suci Nias Barat, Minggu (27/7/2014) di Aula Paroki di Mandrehe. Pastor Matias menekankan bahwa perlombaan ini merupakan bagian dari pemberdayaan umat agar kreatif mengolah umbi-umbian untuk meningkatkan penghasilan keluarga.

Perlombaan memasak kue ini diadakan dalam rangka memeriahkan peringatan pelindung WKRI St. Anna yang seharusnya jatuh pada taggal 26 Juli. Peringatan St. Anna dilaksanakan sangat meriah. Di awali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung Pastor Matias Kuppens, OSC dan dihadiri sekitar 450 umat dari 4 Ranting. Hadir pula tokoh umat Katolik antara lain Ketua FMKI Nias Barat Areli Gulö, Sr. Paulina SdC, Ketua Rayon II Ama Averlin Lahagu, Kepala SMP Negeri 1 Mandrehe Haogömanö Gulö dan Ketua Dewan Stasi Ratu Damai Mandrehe Ama Febi Hia .

Dalam homilinya, Pastor Matias mengajak Wanita Katolik Nias Barat agar berjuang keras menghidupi keteladanan iman St. Anna. “Santa Anna adalah Ibunda Maria yang melahirkan Yesus. Kesucian hatinya membuat Santa Anna juara dalam iman, menjalankan kewajiban-kewajiban agamanya serta dengan ikhlas mengasihi dan mengabdi Allah dan sesamanya,”tutur Pastor Kuppens yang sudah 24 tahun melayani di Nias Barat.

Seusai Misa, dilanjutkan perlombaan memasak kue antar-ranting. Wanita Katolik Nias Barat ternyata sangat kreatif membuat kue hanya dari bahan singkong. Dari Wanita Katolik Ranting III saja berhasil membuat 32 jenis kue, dari Wanita Katolik Ranting IV sebanyak 23 jenis, ranting II ada 17 jenis dan ranting I sebanyak 8 jenis. Kelompok yang berhasil meraih juara I adalah Wanita Katolik Ranting III yang meliputi 18 Stasi Gereja Katolik antara lain Stasi Tuhemberua, Stasi Lakhene dan Stasi Hayo.

Pastor Postinus Gulö, OSC yang didaulat menjadi salah seorang juri, mengharapkan ke depan agar kreativitas memasak kue ini semakin dikembangkan. “Kreativitas memasak kue bisa mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga, maka perlu dikembangkan. Selain itu, selama ini singkong di Nias kurang dikonsumsi dalam keluarga sehingga tidak dimanfaatkan sebagai bagian dari home industry,” kata Pastor Postinus.

Wanita Katolik Nias Barat sangat antusias mengikuti perlombaan memasak kue ini. “Kami dari Wanita Katolik ranting IV, walaupun jalan kaki selama 2 jam dan memasak kue sejak dini hari, kami merasa tidak kelelahan. Dalam kerja sama tim ternyata kami kreatif membuat kue hingga 23 jenis hanya dari singkong.” Demikian kata Ibu Edina Gulö menuturkan pengalamannya. Setelah perlombaan, sebagian dari kue ini disantap secara bersama-sama, dan sebagian lainnya dilelang untuk menambah kas Wanita Katolik Paroki Salib Suci Nias Barat.

[Reported by: P. Postinus Gulö, OSC]
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.