Misa Krisma Keuskupan Sibolga
Keuskupan Sibolga merayakan Misa Krisma atau pembaharuan janji imamat di hari raya “Maria menerima kabar sukacita”. Pada umumnya, Misa Krisma adalah perayaan ekaristi tahunan yang dipimpin langsung oleh Uskup dan dihadiri oleh seluruh para imam pada pekan suci. Pada tahun ini misa krisma dirayakan di Gereja Katedral Sibolga St. Theresia Lisieux. Sejak tanggal 24 -25 Maret diawali studi bersama dimana Bapa Uskup dan seluruh imam yang berkarya di Keuskupan Sibolga berkumpul sekaligus rekoleksi bersama dalam mempersiapkan diri untuk perayaan pembaharuan janji Imamat. namun karena medan pastoral yang tidak memungkinkan setiap tahunnya diadakan seminggu sebelum tri hari Suci, dan perlu diketahui bahwa perayaan ini yang menandai persatuan gereja lokal. Di dalamnya, Bapa Uskup memberkati minyak suci (krisma, katekumen, orang sakit) dan para imam memperbarui janji imamat mereka untuk setia melayani.
Setelah menjalani Hari Studi Imam dan rekoleksi dengan tema “Dalam Kristuslah Kedekatan dengan Uskup, Umat Allah dan Sesama mendapat arti”, tema ini menjadi bahan permenungan para imam sebelum merayaakan misa Krisma atau pembaharuan janji imamat. Perayaan ekaristi dipimpin langsung oleh Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga di Gereja Katedral St. Thaeresia Lisieux Sibolga.
Misa ini umumnya dirayakan di Gereja Katedral dan menjadi momen di mana para imam di keuskupan berkumpul secara utuh. Misa Krisma adalah perayaan Ekaristi khusus dalam Gereja Katolik di mana Uskup memberkati minyak-minyak suci dan para imam memperbarui janji setianya kepada Tuhan dan Gereja. Dalam homili Bapa Uskup ada tiga poin yang perlu direnungkan dalam perayaan ini:
o Pembaharuan Janji Imamat: diharapkan bahwa para imam bersedia dan siap memperbaharui janji setia pada saat tahbisan mereka di hadapan Uskup dan umat. Ini menunjukkan komitmen ulang untuk melayani Allah dan Gereja, baik yang berkarya di paroki, lembaga dan komisi.
o Perayaan Kesatuan: Misa ini menekankan kesatuan para imam dengan Uskup sebagai gembala utama di keuskupan. Seperti dalam renungan rekoleksi yang dibawakan oleh P. Guido Situmorang OFMCap., adanya kedekatan spiritual bersama uskupnya, ".... dan saya sebagai Uskupmu juga akan berusaha mendekatkan diri, jadi sahabat bagi para imam imamku yang berkarya di keuskupan kita ini, agar tercapainya visi misi Keuskupan yang telah kita rancang pada Sinode ke 3 lalu."
o Tujuan: Untuk memperteguh semangat pelayanan para imam, terutama di saat menghadapi tantangan, serta mendoakan kesetiaan. "Saya mungkin sebagai uskup juga memiliki kekurangan, kelalaian atau tidak mendengarkan satu persatu imamku, dari Altar ini saya mohon maaf, semoga kita semakin mampu untuk bekerja sama dalam pengembangan spirit imamat kita dan saling menguatkan satu sama lain."
1. Pemberkatan Minyak-Minyak
Suci
Uskup memberkati tiga minyak yang akan digunakan sepanjang tahun untuk sakramen-sakramen, yaitu Minyak Krisma (Sanctum Chrisma), Minyak Katekumen (Oleum Catechumenorum), dan Minyak Orang Sakit (Oleum Infirmorum). Minyak-minyak inilah yang nanti dipakai untuk melayani seluruh umat dalam sakramen-sakramen sepanjang tahun, menandakan bahwa rahmat Tuhan selalu baru dan tak pernah habis mengalir bagi kita semua. Uskup memberkati tiga jenis minyak
yang akan digunakan di seluruh keuskupan selama satu tahun ke depan:
- §Minyak Krisma (Sacrum
Chrisma): Digunakan untuk Sakramen Baptis,
Sakramen Krisma (Penguatan), dan Penahbisan Imam/Uskup.
- §Minyak Katekumen (Oleum
Catechumenorum): Digunakan untuk
mengurapi mereka yang sedang mempersiapkan diri menerima Sakramen Baptis.
- § nyak Orang Sakit
(Oleum Infirmorum): Digunakan dalam
Sakramen Pengurapan Orang Sakit untuk memberikan kekuatan rohani dan
jasmani.
2. Pembaharuan Janji Imamat
Dalam bagian ini, para imam yang hadir di hadapan Uskup menyatakan kembali kesediaan mereka untuk menjalankan tugas suci yang mereka terima saat penahbisan. Seperti dalam khotbah bapa Uskup "Bagi para imam, Misa Krisma adalah waktu bermenung akan kasih Tuhan. Di hadapan Uskup dan umat, kita kembali mengucapkan Pembaruan Janji Imamat. Bayangkan para imam yang selama setahun ini mungkin lelah dalam pelayanan karena menghadapi berbagai persoalan umat, hingga pergulatan pribadi, berdiri bersama untuk menjawab kembali ke-siapsedia-an dengan suara lantang".
Ritus Ini bukan sekadar pengulangan yang terjadi tiap tahun, tapi saat bagi para imam untuk mengingat kembali alasan pertama mereka menjawab panggilan Tuhan. Di tengah tantangan zaman yang makin berat, para imam butuh berhenti sejenak untuk menata ulang prioritas hati dan memurnikan kembali motivasi pelayanan mereka.
Sahabat Komsos yang terkasih, Misa
Krisma dianggap sebagai salah satu ungkapan paling nyata dari persekutuan
seluruh anggota Gereja di bawah pimpinan seorang Uskup. Melihat para imam
berkumpul bukan berarti mereka eksklusif, justru sebaliknya. Momen ini
mengingatkan kita bahwa imam dan umat adalah satu tubuh. Para imam berjanji
untuk setia melayani, dan kita sebagai umat diajak untuk terus mendukung serta
mendoakan mereka. Tanpa doa umat, beban pelayanan mereka tentu akan terasa jauh
lebih berat. Pembaruan janji ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa
imam juga manusia yang butuh penguatan.
Misa
Krisma adalah simbol kesatuan bahwa seorang imam tidak berjalan sendirian, dan
umat pun tidak dibiarkan berjalan tanpa gembala. Melalui Misa Krisma, kita
diingatkan bahwa menjadi pengikut Kristus adalah tentang terus-menerus membarui
diri dan saling menguatkan. Paskah pun jadi lebih bermakna karena kita
menyambutnya dengan hati yang sudah diperbarui, sembari terus mendoakan para
gembala kita agar tetap setia dan penuh sukacita dalam melayani.


.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)






.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)





.jpeg)













