November 2023

 

Dokumen Komsos



Sharing Injil 7 langkah telah menjadi kegiatan rutin bagi Pemuda Katolik Komcab Kota Sibolga. Malam itu, Senin, 27 November 2023, setiap anggota yang tergabung di dalam Pemuda Katolik Komcab Kota Sibolga turut serta dalam Sharing Injil 7 Langkah.

Sharing Injil ini akan berlangsung pada Minggu ke-3 setiap bulannya. Yang menjadi lokasi pertemuan mereka ditentukan secara bergiliran. Masing-masing anggota akan mendapatkan kesempatan rumahnya dikunjungi dan menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Sharing Injil 7 Langkah tersebut.

Seperti kita tahu bersama, Sharing Injil 7 Langkah menjadi kegiatan yang populer di kalangan umat Gereja Keuskupan Sibolga. Kegiatan ini muncul dan berkembang seiring dengan program Gereja Keuskupan Sibolga untuk membangun Gereja dalam lingkup yang kecil atau yang disebut dengan Komunitas Basis Gerejawi (KBG). Dalam KBG lah kegiatan Sharing Injil mendapat tempatnya.

Selain dalam KBG, Sharing Injil 7 Langkah juga menjadi kegiatan pembuka yang wajib dilakukan dalam setiap pertemuan bersama yang dilakukan dalam konteks Gereja.

Selamat buat Pemuda Katolik Komcab Kota Sibolga. Selamat membangun semangat ke-Katolikan yang berdasar pada Yesus dan Sabda-Nya.

 


Dokumen Komsos 
Judul di atas bukan hendak menyatakan kalau Musyawarah Pastoral (MusPas) Keuskupan Sibolga dibuka dalam Perayaan Ekaristi. Judul di atas hanya mau mengatakan kalau dalam ritme atau dinamika MusPas, terdapat Perayaan Ekaristi bersama untuk mengawali kegiatan MusPas selanjutnya.

Perayaan Ekaristi MusPas ini dipimpin langsung oleh Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga. Seharusnya, Perayaan Ekaristi berlangsung di Kapel Ruper St. Leopoldo, namun karena peserta MusPas begitu banyak maka Perayaan Ekaristi dilaksanakan di aula.

Dokumen Komsos


Dalam homilinya, Bapa Uskup menyampaikan agar para petugas pastoral Gereja Keuskupan Sibolga hendaknya bergiat mengembangkan talenta dan karunia-karunia yang Tuhan anugerahkan kepada masing-masing pribadi. “Penantian kedatangan Tuhan mengajak kita untuk bekerja dan bertanggungjawab atas mina, talenta, kemampuan dan karunia-karunia yang Tuhan anugerahkan kepada kita masing-masing”, demikian kata Mgr. Frans.

Bapa Uskup juga dalam homilinya mengantisipasi agar para petugas pastoral menghindari sifat dan sikap penonton, yang tahu hanya berkomentar tanpa pernah mau bekerja.

Dokumen Komsos


Dalam Perayaan Ekaristi setiap imam dan diakon yang hadir mengenakan pakaian liturgi yakni alba dan stola. Hal inilah yang membuat suasana Ekaristi pagi itu menjadi sangat nikmat. Uskup bersama dengan para imam dan diakonnya turut serta dalam memimpin Perayaan Ekaristi sekalipun yang melayani di altar hanya beberapa imam saja.

Satu hal lainnya yang lebih menarik dari Perayaan Ekaristi ini ialah Selebran utamanya sedang berulang tahun. Untuk itu, Ekaristi di pagi tersebut juga mengambil intensinya atas ulang tahun Mgr. Fransiskus untuk memohon Berkat dan Cinta Tuhan atas kesehatan, umur yang panjang dan kebijaksanaan yang dibutuhkan Bapa Uskup dalam menggembalakan Gereja Keuskupan Sibolga.

Selamat melanjutkan Musyawarah Pastoralnya untuk Gereja Keuskupan Sibolga. Semoga gerak berjalan bersama ini semakin membantu para petugas pastoral untuk melayani Allah dalam diri para umat-Nya.


 


Dokumen Komsos


Gereja Keuskupan Sibolga sedang melaksanakan Musyawarah Pastoral (MusPas) (21-23/11). Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini dilaksanakan di Rumah Pembinaan Rohani St. Leopoldo Laverna-Gunungsitoli. Dalam kegiatan inilah para petugas pastoral melihat pemaparan setiap program kerjanya dan melakukan evaluasi yang diperlukan.

Kegiatan ini merupakan langkah konkret Gereja Keuskupan Sibolga untuk mewujudkan gerak Gereja Universal yaitu berjalan bersama. Semua petugas pastoral yang ada, terlibat langsung di dalamnya. Petugas pastoral yang dimaksud ialah Para pastor dan katekis atau sekretaris yang bekerja di Paroki dan juga para pastor atau awam yang bekerja di Komisi, Biro dan Lembaga yang berada di bawah naungan Gereja Keuskupan Sibolga.

Dokumen Komsos


Kegiatan Muspas diawali dengan Ibadat Pembukaan dengan metode AsIPA, yakni syering Injil 7 langkah. Meskipun demikian, ibadat pembukaan berakhir pada langkah yang ke-5, yakni doa permohonan dan berkat penutup.

Dokumen Komsos


Selanjutnya, diadakan pembukaan resmi kegiatan MusPas oleh Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga. Dalam kata-kata pembukaannya, Bapa Uskup Frans mengapresiasi kehadiran para petugas pastoral. Beliau juga mengajak para petugas pastoral untuk memberikan perhatian dengan baik selama kegiatan muspas berlangsung.

Setelah itu, dilanjutkan dengan pemaparan hasil MusPas yang dilaksanakan di Paroki-paroki. Pada sesi ini, para peserta diminta untuk memberikan respon berupa pertanyaan dan juga masukan atas hasil MusPas yang sudah dipaparkan.

Seusai makan malam, kegiatan MusPas berlanjut dengan topik “Laporan Perkembangan Komunitas Basis Gerejawi (KBG)”. Topik ini dibawakan oleh RD. Bartolomeus Sihite selaku Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Sibolga.

Kegiatan MusPas di hari pertama ini berkahir dengan doa malam dan akan berlanjut pada keesokan harinya yang diawali dengan Perayaan Ekaristi pagi bersama. Kita dukung MusPas Gereja kita untuk membantu kita mencapai Gereja yang Mandiri, Solider dan Membebaskan.



Mulai Senin, 13 November sampai Kamis, 16 November 2023, bertempat di Biara San Damiano, Pandan, Kongregasi Suster Fransiskan "OSF Sibolga" mengadakan Kapitel Luar Biasa, dengan agenda utama merevisi  Konstitusi dan membuat Statuta Kongregasi Suster OSF Sibolga. Kapitel ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari momen deklarasi Kongregasi Suster OSF Sibolga sebagai kongregasi atau tarekat otonom berhukum diosesan pada 13 Juni 2023 yang lalu. 

Kongregasi Suster Fransiskan "OSF Sibolga" dimulai di Indonesia sejak 1964, oleh lima Suster Fransiskan dari Reute, Jerman Selatan. Mereka tiba di Indonesia pada 7 Oktober 1964, dan membuka komunitas pertama di Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan. Dari situ kemudian berkembang ke tempat-tempat lain di Keuskupan Sibolga, baik di wilayah Tapanuli maupun di Kepulauan Nias. Mereka bahkan kemudian membuka komunitas dan karya di beberapa keuskupan lain di Indonesia. Juga, beberapa suster dari Indonesia menjadi misionaris di Jerman dan Brasil.

Karena perkembangan jumlah anggota dan karya cukup menggembirakan, pada Oktober 1976 wilayah misi OSF Reute di Indonesia dijadikan satu regio, dengan rumah regionalatnya di Sibolga; yang kemudian pindah ke Kota Pandan pada 2007.

Keberadaan Kongregasi ini terus bertumbuh dan berkembang dengan baik. Oleh karena itu, berdasarkan Kapitel Umum di Reute, Regio Suster OSF Sibolga diusulkan ke Vatikan (cq. Kongregasi Tarekat Hidup Bakti dan Serikat Hidup Kerasulan) untuk menjadi kongregasi mandiri. Usulan itu disetujui oleh Kongregasi tersebut, dan menjadi kongregasi atau tarekat diosesan. Menindaklanjuti persetujuan Vatican itu, maka berdasarkan Dekret Uskup Keuskupan Sibolga tertanggal 29 Mei 2023 (no.: 102/KS-SK/OSFSib/2023), diadakan pendeklarasian Kongregasi ini secara resmi dalam perayaan Ekaristi pada 13 Juni 2023, yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Sibolga,  Mgr. Fransiskus Tuaman S. Sinaga.  Dengan demikian, Kongregasi Suster Fransiskan "OSF Sibolga" tidak lagi berada di bawah OSF Reute, tetapi keduanya berada pada posisi sama sebagai tarekat atau kongregasi berhukum diosesan yang mandiri.

Sehari sesudah deklarasi, diadakan Kapitel Pemilihan Dewan Pimpinan Umum, dimana terpilih Sr. Dominica Nababan, OSF sebagai Pemimpin Umum, dan Vikarisnya, Sr. Yosefin Nainggolan, OSF. Anggota Dewan Pimpinan Umum adalah Sr. Sesilia Lie, OSF, Sr. Karla Mana'ö, OSF dan Sr. Evarista Daya, OSF.

Pekerjaan berikut adalah merevisi Konstitusi; dan untuk maksud tersebut, diadakan Kapitel Luar Biasa pada 13-16 November ini. 

Kapitel ini diawali dengan rekoleksi  pada Minggu sore, 12 November, yang dipimpin oleh P. Yosef Sinaga, OFMCap., yang juga menjadi moderator selama Kapitel. Lalu,  pada Senin,  13 November, acara Kapitel dimulai dengan perayaan ekaristi yang dipimpin oleh P. Ignatius Purwo, OSC selaku Vikaris Episkopal untuk Tarekat Hidup Bakti dan Serikat Hidup Kerasulan di Keuskupan Sibolga,  sekaligus mewakili Uskup Keuskupan Sibolga untuk membuka secara resmi Kapitel tersebut.

Jumlah kapitularis dalam Kapitel ini adalah 31 orang, plus utusan komunitas dan utusan para suster muda, serta dihadiri juga Pendamping Spiritual, P. Blasius S. Yesse, pr.

《Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh》(Yohanes 15: 10-11)

Dok. Komsos
 


Sebagai bagian dari media pers Katolik yang diakui oleh Vatican, Signis Indonesia Regio Sumatera menghendaki adanya profesionalitas dalam mewarta dalam media. Berangkat dari berbagai media  yang sudah dimiliki dan untuk diolah secara lebih baik, Signis Regio Sumatera mengadakan pelatihan bersama yang berlangsung selama 3 hari di Padang (7-9 November 2023).

Pelatihan diikuti oleh seluruh anggota Signis Indonesia Regio Sumatera. Mereka adalah pengurus Komisi Komunikasi Sosial dari ke-6 Keuskupan, para pengurus radio yang bernaung di bawah Keuskupan dan Radio Maria Indonesia.

Pelatihan bersama yang berlangsung di Rumah Retret Katedral Padang tersebut mengambil tema Manajemen Media Cetak dan Online. Harapan dari pelatihan tersebut ialah masing-masing Komisi mampu mengambil keputusan untuk memilih majalah cetak atau majalah online atau kedua bentuk tersebut.

Untuk membantu pengambilan keputusan tersebut, panitia pelatihan bekerja sama dengan pengurus Signis Indonesia mendatangkan tiga orang narasumber. Mereka adalah Bapak Hasiholan Siagian yang sehari-hari bekerja di Majalah Hidup dan website Hidup.com, ibu Bernadetta Widiandayani yang merupakan wakil ketua Signis Indonesia dan RP. Frans de Sales, SCJ, ketua Komsos Keuskupan Agung Palembang.

Ibu Widi memaparkan profil Majalah-majalah yang dikelola oleh Komisi Komsos Keuskupan. Pemaparan tersebut meliputi Perancangan Tema, Distributor, Kontributor, keterlibatan orang  Muda, biaya produksi dan jumlah oplah cetak setiap kali dicetak. Selain itu, ibu Widi juga membantu para peserta untuk melihat ketertarikan umat terhadap majalah dengan dua pertanyaan: apakah umat masih membutuhkan majalah dan mengapa umat masih membutuhkannya.

Selanjutnya, bapak Hasiholan memparkan tentang manajemen media, keredaksian serta bisnis marketing. Pemaparan materi tersebut dikemas dalam bentuk diskusi yang dibagi ke dalam keuskupan masing-masing. Materi tersebut membantu para peserta untuk professional dalam menangani majalah dan media-media lainnya yang dikelola. Sementara itu, Romo Frans memberi pelatihan pembuatan konten yang layak jual.

Selamat buat Signis Indonesia Regio Sumatera atas pelatihannya. Semoga sepulang dari pelatihan tersebut, para pekerja Komsos dan Radio mampu menjawab kebutuhan umat dalam media pewartaan yang dikelola.


MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget